- Publik menyoroti dugaan eksploitasi seksual anak oleh turis Jepang di Blok M, Jakarta, yang viral di media sosial.
- Pelaku diduga pernah digerebek polisi di hotel pada Agustus 2025 namun dibebaskan tanpa dakwaan dan meninggalkan Indonesia.
- Polda Metro Jaya kini tengah melakukan penyelidikan lintas direktorat atas dugaan praktik prostitusi anak oleh warga asing tersebut.
Suara.com - Kasus dugaan prostitusi anak di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, yang disebut melibatkan turis asal Jepang tengah menjadi sorotan publik dan ramai diperbincangkan di media sosial.
Isu ini viral setelah sejumlah akun di platform X membagikan unggahan yang menuding adanya praktik eksploitasi anak di bawah umur oleh wisatawan asing yang datang ke Indonesia.
Perbincangan semakin memanas setelah akun media sosial bernama @hunter_tnok mengunggah narasi panjang terkait dugaan aktivitas seorang pria Jepang yang disebut datang ke Jakarta untuk melakukan prostitusi anak sekaligus merekam aktivitas tersebut. U
nggahan itu kemudian menyebar luas dan menuai kemarahan dari netizen Indonesia.
“Seorang pria Jepang melakukan perjalanan ke Jakarta, ibu kota Indonesia, terlibat dalam prostitusi anak, dan merekamnya,” tulis akun tersebut dalam unggahannya.
Unggahan itu juga disertai tangkapan layar dari akun X lain bernama @onepunchman771 yang diduga milik turis Jepang terkait. Dalam tangkapan layar tersebut, akun itu disebut menceritakan pengalamannya saat berada di Indonesia.
Menurut terjemahan yang dibagikan akun @hunter_tnok, pria tersebut mengaku sempat digerebek polisi di sebuah hotel pada Agustus 2025. Namun, ia disebut akhirnya dibebaskan tanpa dakwaan dan berhasil meninggalkan Indonesia dengan aman.
“Pada malam tanggal 15 Agustus 2025, polisi menggerebek kamar hotelnya, tetapi ia dibebaskan tanpa dakwaan dan meninggalkan negara itu dengan selamat,” tulis akun tersebut dalam terjemahan unggahan yang beredar.
Masih menurut unggahan itu, pelaku bahkan mengklaim bahwa petugas yang memeriksa rekaman video di ponselnya bersikap santai dan tidak mengambil tindakan tegas.
Narasi tersebut langsung memicu reaksi keras dari publik karena dianggap mencoreng penegakan hukum di Indonesia.
Akun @hunter_tnok juga menuding bahwa praktik wisata seks anak ke Indonesia disebut mulai menjadi tren di kalangan sebagian warga Jepang.
Mereka menganggap Indonesia sebagai negara yang lemah dalam menindak kasus eksploitasi seksual terhadap anak.
“Polisi Indonesia sangat lunak terhadap wisatawan seks anak sehingga sejumlah besar pedofil Jepang melakukan perjalanan ke Indonesia,” tulis akun tersebut.
Unggahan itu turut menyebut bahwa sejumlah pelaku diduga berulang kali datang ke Indonesia karena merasa aman dan tidak akan mendapatkan hukuman berat. Bahkan, pelaku disebut membenarkan tindakannya dengan dalih membantu anak-anak miskin melalui uang yang diberikan.
“Dia mengklaim bahwa dengan terlibat dalam prostitusi anak, dia memberikan amal yang bermaksud baik kepada anak-anak miskin di Indonesia,” lanjut unggahan tersebut.