- Chef Arnold menaikkan harga menu restorannya akibat lonjakan harga daging impor yang terdampak kenaikan nilai tukar dolar.
- Penggunaan daging impor dari Amerika, Australia, dan Jepang dilakukan untuk menjaga standar kualitas serta karakteristik daging premium.
- Unggahan Chef Arnold mengenai dampak kenaikan dolar terhadap ekonomi memicu berbagai reaksi serta kritik dari para warganet.
Namun penjelasan tersebut rupanya belum cukup meredam komentar negatif dari netizen.
Banyak yang mengaitkan keluhan Chef Arnold soal kenaikan dollar dengan dukungannya kepada pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres lalu.
Beberapa netizen bahkan menyindir kedekatan Chef Arnold dengan Gibran dan meminta dirinya menyampaikan protes langsung kepada wakil presiden terkait kondisi ekonomi saat ini.
"Sobat lu Gibran mana Chef, Suruh omongin dikitlah. Berguna dikit gitu jadi wapres," tulis salah satu netizen.
Ada pula yang menilai unggahan Chef Arnold terkesan menyindir masyarakat kecil.
“Ini dia lagi ngejek rakyat kecil nggak sih. Karena rakyat kecil kan nggak makan di restonya dia,” tulis salah satu netizen.
Chef Arnold kemudian membalas komentar tersebut dan membantah tudingan bahwa dirinya sedang mengejek masyarakat.
Ia menegaskan bahwa unggahannya murni membahas dampak kenaikan dollar terhadap berbagai kalangan.
“Ga! saya nyindir Dollar dan effectnya ke semua kalangan... persetan dibilang 01 02 03 007 buzzer kampret... Masih 1 negara urip matek ya negaranya sama,” jawab Chef Arnold.
Seperti diketahui, nilai tukar dollar terhadap rupiah kini mencapai Rp17.622.
Angka tersebut menjadi sorotan karena dinilai cukup tinggi dan berpotensi memengaruhi berbagai sektor ekonomi, termasuk harga bahan pangan dan kebutuhan impor lainnya.