- Film Bob Marley: One Love karya sutradara Reinaldo Marcus Green menyoroti periode krusial kehidupan musisi reggae tersebut antara tahun 1976 hingga 1978.
- Kingsley Ben-Adir dan Lashana Lynch memerankan Bob serta Rita Marley dalam menghadapi konflik politik Jamaika hingga proses kreatif album Exodus.
- Film biopik yang tayang di Netflix hingga akhir Mei ini menggambarkan perjalanan spiritual dan emosional Bob Marley dalam menyuarakan pesan perdamaian.
Chemistry-nya dengan Ben-Adir memberikan dimensi kemanusiaan yang dalam.
Hubungan mereka digambarkan tidak sempurna, penuh gesekan dan luka, namun didasari oleh komitmen spiritual yang tak tergoyahkan.
Lynch membuktikan bahwa di balik setiap langkah besar Bob, ada kekuatan Rita yang menopangnya.
Reinaldo Marcus Green memberikan sentuhan visual yang hangat namun jujur.
Penggambaran Jamaika yang penuh warna kontras dengan London yang dingin dan kelabu, mencerminkan suasana hati Bob saat itu.
Dan tentu saja, musik adalah nyawa utama. Setiap dentuman drum dan melodi gitar dalam film ini dirancang untuk membuat kursi bioskop bergetar, membawa pesan "One Love, One Heart" langsung ke jantung penonton.
Meski beberapa kritikus menilai alurnya terasa terlalu "aman" karena keterlibatan keluarga Marley sebagai produser, tak bisa dipungkiri bahwa Bob Marley: One Love adalah film yang indah untuk sang legenda.
Film ini berhasil mengingatkan kita mengapa pesan Marley masih relevan hingga hari ini: bahwa di dunia yang terpecah, musik adalah satu-satunya bahasa yang bisa menyatukan kita.