- Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat melemah hingga menembus angka Rp18.000 pada Kamis, 4 Juni 2026.
- Dokter Tirta memberikan kritik melalui media sosial X dengan gaya sarkastis terkait kondisi ekonomi nasional tersebut.
- Masyarakat merespons fenomena pelemahan rupiah dengan berbagai keresahan mengenai kondisi ekonomi serta tuntutan perbaikan tata kelola pemerintahan.
Suara.com - Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan publik setelah mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat. Pada Kamis, 4 Juni 2026, nilai tukar mata uang Indonesia disebut telah menembus angka Rp18.000 per dolar AS.
Kondisi tersebut memicu berbagai reaksi dari masyarakat, termasuk dari kalangan publik figur yang aktif mengomentari isu sosial dan ekonomi.
Salah satu yang ikut menanggapi situasi tersebut adalah dokter sekaligus influencer, Dokter Tirta. Melalui akun media sosial X miliknya, ia mengunggah sejumlah komentar bernada sarkas yang langsung menarik perhatian netizen.
Dalam unggahannya, Dokter Tirta menyinggung berbagai alasan yang kerap muncul ketika nilai tukar rupiah mengalami pelemahan. Ia menyampaikan sindirannya dengan gaya khas yang memadukan humor dan kritik sosial.
“Tenang, walau 1 dollar sekarang udah 18.000. Itu artinya rupiah lagi dilemahin, biar ekspor josss, toh beli tempe goreng masih pake rupiah. Ga pake dolar,” tulisnya.
![Unggahan Dokter Tirta [X]](https://media.suara.com/pictures/original/2026/06/04/64086-unggahan-dokter-tirta-x.jpg)
Tak berhenti sampai di situ, Dokter Tirta kembali melanjutkan sindirannya dengan menyebut sejumlah indikator yang sering dijadikan alasan bahwa kondisi ekonomi masih baik-baik saja.
“Amanlah. Itu buktinya ibox, resto mewah, event-event fashion tetep rame. Ini ulah mata-mata asing yg buat gaduh. Jaya jaya jaya,” sambungnya.
Dalam unggahan lainnya, Dokter Tirta kembali menunjukkan nada sarkastisnya dengan komentar singkat.
“Ndasmu mumet,” tulisnya.
Tak hanya itu, Dokter Tirta juga sempat menyindir pemerintah melalui unggahan berikutnya. Ia mengaku memilih berolahraga ketika merasa stres menghadapi berbagai situasi yang terjadi.
![Unggahan Dokter Tirta [X]](https://media.suara.com/pictures/original/2026/06/04/15258-unggahan-dokter-tirta-x.jpg)
“Dokter kalau stres ngapain? Asbun dan lari aja mas. Lari itu ga pake dollar. Pake kaki doang. Pull up pake otot, ga pake dollar. Jaya jaya jaya. Punggung harus bakoh, karena beban semakin berat,” tulisnya.
Komentar tersebut kembali memancing beragam reaksi dari netizen. Banyak yang menganggap unggahan Dokter Tirta sebagai bentuk kritik yang dibungkus dengan humor sehingga mudah dipahami oleh masyarakat luas.
“Sarkas-nya dapat banget, Dok,” tulis salah satu netizen.
Sementara itu, netizen lain mengaku merasa lelah dengan berbagai persoalan yang terjadi dan berharap adanya perbaikan dalam tata kelola pemerintahan.
“Pusing banget tiap hari jadi WNI, bisa nggak sih pemerintah pikirannya pada lurus dan bener, kapan dapat pemerintahan yang bersih,” tulis pengguna media sosial lainnya.
Ada pula netizen yang mengaitkan kondisi ekonomi dengan meningkatnya angka kriminalitas di lingkungan tempat tinggalnya.
“Di daerahku sekarang banyak banget jambret, Dok. Benar-benar sudah ngeri sekali ini dampak lemahnya ekonomi,” tulis seorang netizen.
Perbincangan mengenai pelemahan rupiah dan kondisi ekonomi nasional pun terus bergulir di media sosial.
Berbagai komentar bermunculan dari masyarakat yang menyampaikan keresahan, kritik, hingga candaan sebagai bentuk respons terhadap situasi yang sedang terjadi.