- Dokter Tirta menyoroti kenaikan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter melalui unggahan di Threads pada 10 Juni 2026.
- Kenaikan harga BBM tersebut diprediksi memicu efek domino berupa peningkatan biaya logistik dan harga kebutuhan pokok masyarakat.
- Dokter Tirta menyarankan masyarakat mengelola keuangan dengan menambah pendapatan, melakukan efisiensi pengeluaran, atau menggunakan fasilitas pinjaman sebagai solusi.
Ia kemudian mengaitkan konsep tersebut dengan kondisi ekonomi saat ini. Menurutnya, kenaikan harga BBM dapat dipandang sebagai upaya untuk meningkatkan penerimaan atau revenue.
Setelah itu, kemungkinan akan muncul langkah-langkah efisiensi atau pengurangan pengeluaran dalam berbagai sektor.
Di tengah komentarnya mengenai isu ekonomi, Dokter Tirta juga menjawab pertanyaan sebagian warganet yang mempertanyakan latar belakangnya dalam membahas persoalan tersebut.
Ia menegaskan bahwa selain bestatus dokter, dirinya juga memiliki pendidikan dan pengalaman di bidang bisnis.
Dokter Tirta mengungkapkan bahwa ia menempuh pendidikan Magister Administrasi Bisnis (MBA). Selain itu, ia telah berkecimpung sebagai pengusaha dan konsultan bisnis selama lebih dari 11 tahun.
Ia juga menyebut bahwa ayahnya merupakan seorang bankir senior, sehingga dirinya cukup akrab dengan berbagai isu yang berkaitan dengan ekonomi dan keuangan.
Menutup unggahannya, Dokter Tirta menyoroti kondisi harga BBM subsidi yang hingga kini masih relatif stabil.
Ia menyebut bahwa Bio Solar dan Pertalite belum mengalami kenaikan. Namun, menurutnya, apabila kedua jenis BBM tersebut ikut naik, dampaknya terhadap masyarakat akan jauh lebih besar.
“Sejauh ini Bio Solar dan Pertalite stabil. Kalau ini naik, tamat sudah,” tulisnya sambil menambahkan nada bercanda di akhir komentarnya.