- Film aksi kriminal Beyond the Law yang dibintangi Steven Seagal dan DMX dirilis pada akhir 2019.
- Mantan detektif Frank Wilson memburu gembong mafia Augustino Adair setelah putranya tewas terbunuh secara brutal.
- Trans TV menjadwalkan penayangan film Beyond the Law pada malam ini tanggal 4 Agustus 2026.
Suara.com - Bagi para pencinta film aksi kriminal bertema vigilante, nama Steven Seagal dan mendiang rapper DMX tentu bukan sosok yang asing.
Keduanya kembali dipertemukan dalam sebuah film penuh ketegangan berjudul Beyond the Law yang dirilis pada akhir 2019.
Film ini menjanjikan atmosfer kelam tentang keadilan yang harus ditebus dengan darah.
Beyond the Law akan tayang pada Selasa (4/8/2026) malam ini pukul 22.00 WIB di Trans TV. Berikut kami sajikan sinopsisnya.
Sinopsis: Ketika Hukum Tak Lagi Berdaya
Beyond the Law mengikuti kisah Frank Wilson (diperankan oleh Johnny Messner), seorang mantan detektif yang memutuskan untuk pensiun dini setelah mengalami trauma masa lalu.
Namun, ketenangannya terusik ketika ia menerima kabar bahwa putra satu-satunya tewas terbunuh secara brutal.
Penyelidikan polisi yang lamban dan penuh konspirasi membuat Frank sadar bahwa hukum formal tidak akan memberinya keadilan.
Di sisi lain, muncul sosok Munce (diperankan oleh DMX), seorang pengusaha dengan masa lalu kelam yang juga memiliki kepentingan dalam kasus tersebut.
Pencarian Frank membawanya ke sarang mafia yang dikuasai oleh Augustino Adair (Steven Seagal), seorang gembong kriminal yang mengendalikan kota dengan tangan besi.
Frank harus memutuskan seberapa jauh ia bersedia melanggar hukum demi menegakkan keadilan versinya sendiri.
Review: Nostalgia Aksi Klasik yang Kelam
Beyond the Law karya yang dinanti-nanti bagi penggemar film aksi direct-to-video era 90-an.
Sutradara James Cullen Bressack berhasil membangun nuansa neo-noir yang kental dengan palet warna yang gelap dan suram.
Berbeda dengan peran-peran sebelumnya di mana ia sering menjadi pahlawan yang tak terkalahkan, dalam film ini Seagal tampil lebih tenang namun mengancam sebagai antagonis utama.
Meski porsi aksinya tidak sebanyak dulu, kehadirannya sebagai Augustino Adair memberikan bobot tersendiri pada konflik cerita.
Kehadiran DMX (Earl Simmons) menjadi daya tarik emosional yang kuat. Kritikus menyoroti bagaimana DMX mampu membawakan karakter Munce dengan intensitas tinggi dan suara seraknya yang khas.
Film ini menjadi salah satu warisan terakhir sang rapper di dunia akting sebelum ia berpulang pada 2021.
Johnny Messner tampil solid sebagai Frank Wilson. Ia berhasil menggambarkan sosok ayah yang hancur sekaligus mesin pembunuh yang dingin.
Chemistry antara Messner dan DMX saat mencoba mengungkap kebenaran menjadi bumbu yang menarik di tengah desingan peluru.
Beyond the Law mungkin tidak menawarkan plot yang revolusioner. Namun, bagi Anda yang merindukan aksi baku tembak yang lugas tanpa banyak polesan CGI, film ini adalah pilihan yang tepat.
Film ini mengeksplorasi sisi gelap moralitas manusia: Apakah benar melakukan kejahatan demi tujuan yang baik?