-
Merger Paramount dan Warner Bros berisiko menghapus 4.500 lapangan kerja di Los Angeles.
-
Laporan ekonomi memprediksi kerugian upah pekerja mencapai 1,26 miliar dolar AS.
-
Gugatan hukum antimonopoli menunda kepastian merger hingga persidangan Maret mendatang.
Suara.com - Penggabungan usaha Paramount Skydance dan Warner Bros Discovery bernilai 111 miliar dolar AS berpotensi memangkas 4.500 lapangan kerja di Los Angeles dalam jangka waktu tiga tahun. Laporan dari CVL Economics mengungkapkan bahwa kesepakatan bernilai raksasa ini dapat memicu hilangnya pendapatan upah pekerja hingga 1,26 miliar dolar AS.
Penyusutan industri sinema Los Angeles makin parah dengan ancaman pengurangan tenaga kerja secara sistematis akibat akuisisi ini. Konsolidasi bisnis dari dua studio raksasa ini diperkirakan mempercepat hilangnya mata pencaharian warga lokal.
“Ekonomi film dan televisi di Los Angeles County telah mengalami kontraksi struktural yang signifikan,” bunyi laporan tersebut, dikutip dari LA Times, Jumat (21/8/2026).
“Rencana merger Warner Bros. Discovery dan Paramount Skydance menghadirkan sumber risiko tambahan ke dalam pasar yang sudah berubah tersebut.”
California memimpin koalisi 12 negara bagian untuk memblokir langkah korporasi ini melalui jalur hukum antimonopoli. Persidangan terkait pembatalan merger telah dijadwalkan oleh pengadilan pada bulan Maret mendatang.
Gugatan hukum terpisah juga dilayangkan oleh Serikat Penulis Amerika (WGA) guna menjegal rencana aksi korporasi skala besar tersebut. Gelombang penolakan dipicu oleh kekhawatiran meluasnya pemutusan hubungan kerja di seluruh lini produksi.
Kajian dari Departemen Kesempatan Ekonomi wilayah setempat memetakan lebih dari 15.000 posisi korporat berada dalam kondisi terancam. Dari jumlah tersebut, setidaknya 2.495 posisi yang berlokasi tepat di Los Angeles dipastikan rawan tumpang tindih.
Penumpukan fungsi kerja terjadi pada saluran TV kabel, studio film, platform penyiaran digital, hingga lini pemasaran. Sektor usaha kecil pendukung industri kreatif ikut merasakan efek domino dari efisiensi usaha ini.
“Dampak terhadap kru, kerajinan, personel pascaproduksi, vendor, dan bisnis kecil penyedia produksi juga bisa sangat besar,” sebut laporan tersebut.
Paramount menilai temuan laporan tersebut justru membuktikan pentingnya penggabungan perusahaan demi menyelamatkan industri hiburan. Manajemen mengklaim telah menyiapkan suntikan modal besar untuk menggairahkan kembali iklim produksi sinema.
“Laporan ekonomi L.A. County sendiri menggarisbawahi apa yang telah kami katakan selama ini: industri kita sedang menurun, produksi menurun dan lapangan kerja hilang — dan hilang untuk selamanya jika kita tidak bertindak,” tegas Paramount.
“Rencana kami untuk berinvestasi $30 miliar secara tahunan dalam produksi dan merilis setidaknya 30 film setahun adalah cara kami merebut kembali posisi tersebut.”
Perusahaan meyakini investasi berkelanjutan bakal menciptakan iklim kerja yang lebih kokoh bagi para pekerja di masa depan. Langkah konsolidasi tersebut diklaim sebagai solusi jangka panjang untuk menjaga daya saing industri.
“Penghematan biaya yang diprediksi akan memakan waktu beberapa tahun untuk terwujud sepenuhnya,” jelas laporan ekonomi itu.
Skema akuisisi mensyaratkan peningkat utang hingga mendekati 82 miliar dolar AS guna membeli saham para investor Warner Bros. Beban utang yang besar berisiko menekan keuangan perusahaan jika target penghematan gagal dicapai.