- Aliansi Masyarakat Pati Bersatu menggelar demonstrasi di Gedung MPR/DPR RI Jakarta pada 27 Agustus.
- Sejumlah warganet di media sosial Threads membela massa aksi dan menolak anggapan pendemo bayaran.
- Kepolisian memperketat penjagaan dan perwakilan AMPB diundang masuk untuk melakukan audiensi dengan DPR.
Suara.com - Aksi Demo 27 Agustus Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di sekitar Gedung MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta, memicu beragam reaksi di media sosial.
Sejumlah pengguna Threads justru membela massa aksi dan menolak anggapan bahwa para pendemo merupakan kelompok bayaran.
Salah satu unggahan menyebut massa aksi tidak digerakkan oleh kepentingan pihak tertentu.
Menurutnya, dukungan terhadap AMPB datang dari masyarakat yang menginginkan perubahan setelah kecewa dengan persoalan korupsi yang dinilai terjadi secara masif.
“AMPB dibekingi real bos yaitu MASYARAKAT INDONESIA yang ingin negara ada perubahan,” tulis seorang pengguna Threads.
Akun tersebut juga menilai masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan keresahan terhadap kondisi negara.
Ia memperingatkan bahwa kemarahan publik dapat semakin besar apabila aspirasi masyarakat terus diabaikan.
Salah satu pengguna bahkan melontarkan sindiran keras mengenai dugaan adanya pihak yang membiayai demonstrasi.
“Pendemo dan ormas bayaran palingan dibayar nasi bungkus,” tulisnya.
Di tengah aksi, sejumlah pengguna Threads juga membagikan cerita mengenai dukungan warga kepada peserta demonstrasi.
Bantuan tersebut antara lain datang dari pekerja dan masyarakat yang berada di sekitar lokasi.
“Dari rakyat untuk rakyat. Makasih mba-mba Indomart dan abang-abang ojol yang udah bantu ngangkatin,” tulis akun trisiska_putri.
Dukungan serupa terlihat dari unggahan akun olahreiga. Ia menyebut sejumlah warga Threads terus mengumpulkan supply dan dukungan medis untuk membantu massa di lapangan.
“Menunggu ambulans datang, supply dan support medis sedang dikumpulkan di titik sementara di depan Spark,” tulisnya.
Sementara itu, penjagaan di sekitar Gedung MPR/DPR RI, Senayan, diperketat seiring dengan bertambahnya massa aksi pada Kamis pagi.