-
Bencana tanah longsor di perbatasan Tibet Nepal menyebabkan 558 orang dilaporkan hilang.
-
Ratusan turis asing dari berbagai negara terjebak dan hilang di area perbatasan.
-
Berbagai negara langsung menyalurkan bantuan kemanusiaan serta logistik ke lokasi bencana.
Suara.com - Bencana tanah longsor melanda kawasan Kabupaten Gyirong di perbatasan Tibet dan Nepal hingga menyebabkan 558 orang dilaporkan hilang. Angka korban hilang tersebut merujuk pada pembaruan data resmi dari stasiun televisi pemerintah China, CCTV.
Di antara ratusan korban yang belum ditemukan, sebanyak 260 orang merupakan warga negara asing dari berbagai belahan dunia. Sementara itu, otoritas setempat mengonfirmasi bahwa jumlah korban meninggal dunia sejauh ini masih tercatat sebanyak tiga orang.
Peristiwa ini melumpuhkan titik lintasan perbatasan Gyirong yang menjadi jalur vital pergerakan wisatawan serta lalu lintas perdagangan antar kedua negara. Kemunculan bencana secara mendadak langsung memicu laporan adanya korban jiwa dalam skala besar di wilayah lintasan tersebut.

Dikutip dari BBC, Pemerintah Nepal sebelumnya mencatat sebanyak 579 wisatawan hilang di sekitar area terdampak dengan 466 orang di antaranya merupakan warga asing. Otoritas penanggulangan bencana masih memverifikasi kemungkinan adanya pendataan ganda atas angka-angka tersebut.
Dampak banjir bandang dan material longsor di wilayah Nepal telah merenggut lebih dari 160 jiwa serta membuat ratusan pendaki terisolasi. Korban yang belum ditemukan mencakup lebih dari 100 warga India, 54 warga Amerika Serikat, 34 warga Australia, 33 warga Inggris, serta ratusan warga lokal.
Bagaimana Kondisi Para Korban dan Jalur Evakuasi di Lokasi Bencana?
Kawasan perbatasan yang populer di kalangan peziarah dan pendaki gunung kini lumpuh total diterjang material tanah dan lumpur. Puluhan personel kepolisian, tentara Nepal, hingga pekerja instalasi listrik dilaporkan ikut hilang tersapu material longsor saat bertugas.
Duka mendalam dirasakan para penyintas yang menyaksikan langsung anggota keluarga mereka tersapu arus deras di lokasi kejadian.
"Keluarga saya tersapu di depan mata saya," ujar seorang wanita yang berhasil selamat bersama putranya setelah memanjat ke atas atap rumah.
Komunitas internasional bergerak cepat memberikan tanggapan darurat guna mendukung proses pencarian korban di lokasi bencana. Amerika Serikat, China, Uni Eropa, hingga India telah menyatakan komitmen bantuan serta mulai mengirimkan perlengkapan logistik darurat.
Penyebab pasti pergerakan material tanah pada awalnya sempat diduga dipicu oleh aktivitas guncangan gempa bumi di sekitar perbatasan. Namun, analisis Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mengonfirmasi bahwa energi seismik yang terdeteksi murni berasal dari hempasan tanah longsor.