-
Ariana Grande resmi menyelesaikan tur Eternal Sunshine di London sebelum mundur dari publik.
-
Keputusan hiatus diambil guna menghentikan pengawasan dan spekulasi publik terkait kesehatan dirinya.
-
Seluruh agenda publik mendatang resmi dibatalkan, termasuk keterlibatannya dalam pementasan drama teater.
Suara.com - Ariana Grande resmi menyapa penggemar untuk terakhir kalinya di panggung O2 Arena London sebelum menghentikan seluruh aktivitas publiknya. Langkah mundur ini menandai jeda panjang sang bintang dari sorotan media dan industri pertunjukan dunia.
Keputusan pensiun sementara ini diambil setelah tekanan intens publik terhadap fisik dan kondisi kesehatannya sepanjang beberapa bulan terakhir. Penyanyi berusia 33 tahun tersebut memilih memprioritaskan kesehatan mental serta batasan pribadinya.
Pembatalan keterlibatan dalam pementasan teater Sunday in the Park with George di Barbican London menjadi bentuk nyata pengunduran dirinya. Rekan mainnya dalam film Wicked, Jonathan Bailey, juga menyatakan mundur dari produksi pementasan tersebut.
Penyanyi papan atas ini tidak mampu menahan haru saat melantunkan tembang One Last Time di hadapan puluhan ribu penonton. Lagu tersebut memiliki makna emosional mendalam sebagai bentuk penghormatan bagi para korban tragedi bom Manchester 2017.
"London, saya butuh bantuan kalian untuk menyanyikan lagu ini," ucap Grande sambil berlutut agar bisa berjarak dekat dengan penonton, dilaporkan BBC Inggris, Rabu (2/9/2026).
Kendati sempat mengalami cedera kaki yang memaksanya mengganti sepatu hak tinggi dengan sepatu platform knee-high, performa vokalnya tetap memukau. Grande terus menunjukkan profesionalisme tinggi hingga detik-detik terakhir penampilannya.
Ia menyampaikan apresiasi paling mendalam kepada seluruh penggemar yang terus memberikan dukungan moral tanpa henti. Ucapan terima kasih tersebut disampaikan dengan penuh rasa haru sebelum ia mengakhiri aksinya di atas panggung.
"Ini adalah salah satu pengalaman paling indah dan luar biasa dalam hidup saya, dan saya hanya ingin mengungkapkan rasa terima kasih tanpa menangis sejadinya," tutur Grande di panggung.
"Saya akan selalu menghargai pengalaman ini. Saya memiliki penggemar terbaik di seluruh dunia dan akan selalu begitu. Terima kasih atas semua usaha kalian dan terus membuat ini sangat spesial," lanjutnya.
"Saya menikmati setiap menit dari momen ini bersama kalian semua dan saya hanya ingin memastikan bahwa saya telah menyampaikan betapa bersyukurnya saya," tambah sang pelantun lagu Break Free.
Gelombang spekulasi liar mengenai bentuk tubuh dan berat badannya di media sosial menjadi pemicu utama keputusan ini. Sorotan konstan publik dinilai sudah melampaui batas kenyamanan pribadi sang artis.
Perwakilan resmi Grande menegaskan bahwa langkah mundur dari hadapan publik murni disebabkan oleh perlakuan pengawasan publik yang tiada henti. Keputusan tersebut diambil secara sadar untuk mengembalikan kontrol atas kehidupannya sendiri.
Meski demikian, Grande mengklarifikasi bahwa jeda ini sudah dirancang sejak jauh hari dan bukan karena pengaruh rumor negatif. Ia menegaskan bahwa setiap manusia memiliki batas kemampuan dan memerlukan waktu untuk beristirahat dari tekanan kerja.
"Saya mendengar penggemar saya khawatir bahwa narasi negatif merusak suasana untuk saya, tapi... itu sama sekali tidak benar," tegas Grande saat tampil di Chicago.
"Batasan perlu ditetapkan, manusia memang membutuhkan istirahat sesekali," sambungnya untuk menenangkan kegelisahan para penggemarnya.
Sebanyak 200.000 tiket habis terjual untuk rangkaian sepuluh hari pertunjukan penutup di O2 Arena London. Para penggemar dari berbagai penjuru dunia, termasuk Tiongkok, Australia, dan negara Eropa, berbondong-bondong hadir menyaksikan penampilan terakhirnya.
Ketidakpastian mengenai kapan Grande akan kembali bernyanyi memicu rasa haru sekaligus dukungan penuh dari para penggemar. Mayoritas penonton menghormati keputusan pribadi yang diambil oleh idola mereka demi keselamatan dan kesehatannya.
"Itulah mengapa saya benar-benar ingin datang ke konser terakhir ini karena saya berpikir. Bagaimana jika dia tidak pernah kembali?'" kata Rachid, seorang penggemar asal London.
"Jadi itulah alasan saya berada di sini — untuk menikmati semua yang dia berikan kepada kita, dan berharap dia mendapatkan waktu istirahat yang menyenangkan sekarang," tambahnya.
Dukungan serupa juga mengalir dari penonton lain yang memaklumi kejenuhan sang artis dari sorotan media. Mereka menganggap bahwa keputusan untuk rehat adalah hak penuh sang penyanyi sebagai seorang manusia biasa.
"Jujur saja, saya akan melakukan hal yang sama," kelakar Nadine, seorang penggemar asal Manchester.
"Maksud saya, saya sudah menghasilkan uang, naik ke atas panggung, bernyanyi sepenuh hati... Saya juga akan pergi! Langsung ke Hawaii, atau tempat lain di mana tidak ada yang kenal siapa saya, tahu kan maksud saya?" kelakarnya.
Lukas, penonton yang sengaja terbang langsung dari Prancis, mengapresiasi keberanian Grande mengambil keputusan tegas. Menurutnya, penggemar sejati akan selalu mendukung keputusan terbaik bagi keselamatan idolanya.
"Dia telah mengucapkan selamat tinggal dan sekarang dia akan beristirahat demi keamanannya sendiri," ungkap Lukas.
"Jika dia membutuhkan waktu istirahat, dia mengambilnya dan kami, penggemar sejati, sangat memahami hal itu," jelasnya.
Penonton asal Polandia, Alejandro Grande, turut menyayangkan tekanan publik yang berlebihan terhadap sang artis. Ia menilai keputusan mundur ini sebagai langkah penting Grande untuk merebut kembali kendali atas energinya.
"Sangat menyedihkan melihat orang-orang berspekulasi tentang kesehatan orang lain," pukas Alejandro.
"Dan menyedihkan bahwa dia harus membuat keputusan untuk dirinya sendiri hanya demi merebut kembali kendali atas kekuatan dan energinya," pungkasnya.
Pernyataan senada ditutup oleh Bella Hopkins dari Bronsgrove yang meminta masyarakat menghargai privasi sang penyanyi. Keselamatan dan kesehatan mental harus menjadi prioritas utama di atas ekspektasi hiburan publik.
"Ya, itu sepenuhnya terserah padanya," pukas Bella Hopkins.
"Saya pikir orang-orang harus menghormati apa yang dia rasakan dan apa yang dia butuhkan," tutupnya.
Rangkaian tur Eternal Sunshine yang dimulai di Amerika Serikat sejak Juni telah diproyeksikan Grande sebagai panggung terakhirnya sebelum fokus berarier di dunia seni peran. Keberhasilannya meraih nominasi Oscar lewat film musikal Wicked mendorong keinginannya untuk mendalami dunia akting secara lebih serius.
Meskipun pertunjukan berjalan sukses dengan pujian kritis dari media besar seperti Rolling Stone, The Telegraph, dan BBC, tekanan media sosial terhadap penampilan fisiknya tetap tidak terhindarkan. Puncak dari pengawasan publik tersebut akhirnya mendorong sang penyanyi untuk membatalkan seluruh agenda publik yang tersisa, termasuk produksi drama teater di London tahun depan.