"Apabila ditanya apakah syuting berat, rasanya tidak. Bahkan kalau melihat syutingnya, cara bermain mereka riil, mereka merasakan emosi yang dalam, yang mungkin kita tidak tahu seberapa dalamnya," ungkapnya lagi. "Kepada mereka ini tidak harus melulu ada hitung-hitungan komersialnya. Namun lebih kepada kemanusiaannya dan cinta."
Film "Istimewa" bakal segera diputar di seluruh Indonesia mulai pekan depan, Mathias Muchus dan Ruben Adrian berharap tontonan layar lebar ini bisa menginspirasi.
"Mengubah perspektif masyarakat tentang mereka yang tadinya dikucilkan. Setidak-tidaknya, hak mereka sebagai manusia diberi media. Menurut saya, tidak ada bedanya saya dengan mereka. Kita sama-sama punya hak, kalau mereka mau jadi aktor, siapa yang bisa melarang. Mau jadi pelukis, bagus sekali. Film ini membuktikan mereka bisa," tandas Mathias Muchus yang tetap dipanggil para pemeran sebagai Ayah meskipun syuting sudah rampung.
"Istimewa" juga diharapkan mampu menyentuh perhatian pemerintah, di mana saat ini penyandang disabilitas di Tanah Air mencapai 22 juta anak.
"Semoga ke depannya diberikan ruang sehingga talenta mereka bisa disalurkan," pungkas Mathias Muchus. ***