- Penyanyi Kanaya Whu meninggal dunia akibat penyakit kanker di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung pada 13 September 2026.
- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berencana membangun Masjid Kanaya di Tasikmalaya untuk mengenang almarhumah setelah 40 hari.
- Kanaya Whu dikenal sebagai vokalis Emka 9 yang sering mendampingi kegiatan seni dan budaya Dedi Mulyadi.
Suara.com - Nama Kanaya Whu menjadi perhatian setelah kabar kepergiannya pada Minggu, 13 September 2026.
Penyanyi yang dikenal sebagai vokalis Emka 9 tersebut meninggal dunia setelah berjuang melawan penyakit kanker.
Kepergian Kanaya juga meninggalkan duka bagi Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM.
Dedi Mulyadi bahkan mengungkapkan niat untuk membangun sebuah masjid yang akan diberi nama Masjid Kanaya.
Lantas, Kanaya Whu siapanya KDM dan seperti apa sosok penyanyi yang dikenal dekat dengan Dedi Mulyadi tersebut?
Berikut informasi mengenai rencana pembangunan Masjid Kanaya serta profil dan perjalanan karier Kanaya Whu.
KDM Ungkap Niat Bangun Masjid untuk Mengenang Kanaya Whu

Dedi Mulyadi mengungkapkan rencana membangun masjid untuk mengenang Kanaya Whu setelah menghadiri prosesi pemakaman sang penyanyi di Pemakaman Lengkong Sari, Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, pada Minggu, 13 September 2026.
Dalam keterangannya, Dedi menyampaikan bahwa masjid tersebut rencananya akan diberi nama Masjid Kanaya. Ia menyebut pembangunan itu akan dilakukan setelah 40 hari, dengan catatan telah mendapatkan izin dari tokoh masyarakat setempat.
"Setelah 40 hari, jika diizinkan oleh tokoh masyarakat dan ketua DKM-nya (Dewan Kemakmuran Masjid), saya mau bangun masjid namanya Masjid Kanaya," tutur Dedi Mulyadi, dilansir dati TikTok @kdmbapakaing1 pada Selasa, 15 September 2026.
Dedi juga menyampaikan pesan haru mengenai kebaikan yang telah dilakukan Kanaya selama hidupnya. Menurut dia, meskipun jasad seseorang telah dimakamkan, amal dan kebaikan yang ditinggalkan tidak ikut terkubur.
"Teh Kanaya jasadnya memang sudah dikubur, tapi amalannya tidak akan dikubur," kata Dedi Mulyadi lagi dalam bahasa Sunda.
Saat pemakaman berlangsung, Dedi juga terlihat ikut mengangkat keranda jenazah Kanaya dan membantu proses pemakaman.
Ia sebelumnya membatalkan agenda publik untuk datang ke rumah duka dan memberikan penghormatan terakhir kepada penyanyi tersebut.
Profil Kanaya Whu, Siapanya KDM?

Kanaya Whu dikenal sebagai penyanyi sekaligus vokalis utama grup musik Emka 9 atau MK9. Ia bukan anggota keluarga Dedi Mulyadi, tetapi dikenal sebagai rekan kerja dan sahabat yang cukup sering menemani KDM dalam berbagai kegiatan musik serta kebudayaan.
Nama asli Kanaya Whu disebut sebagai Kanaya Whulan atau Wulan Istimaharani. Ia lahir pada 1991 dan meninggal dunia pada usia 35 tahun di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung, setelah berjuang melawan penyakit kanker.
Kanaya kemudian dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Lengkong Sari, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya. Kabar kepergiannya disampaikan oleh pihak keluarga dan Dedi Mulyadi melalui media sosial.
Sebelum dikenal sebagai vokalis Emka 9, Kanaya telah memiliki pengalaman di dunia hiburan sejak masih kecil. Ia disebut pernah menjadi artis cilik sebelum kemudian menjalani perjalanan karier yang lebih panjang sebagai penyanyi.
Kanaya tumbuh besar dan menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Jakarta, meskipun disebut lahir di Bandung. Bakat menyanyinya juga disebut berasal dari sang ibu yang memiliki kemampuan bernyanyi.
Dalam perjalanan hidupnya, Kanaya sempat mencoba bekerja sebagai karyawan kantoran. Namun, ia merasa dunia tersebut bukan bidang yang sesuai dengan minatnya sehingga memutuskan keluar dan kembali menekuni musik.
Sebagai vokalis Emka 9, Kanaya tidak hanya membawakan lagu-lagu populer, tetapi juga harus memahami makna lagu-lagu bernuansa Sunda dan kebudayaan. Sejumlah lagu yang dibawakannya memiliki nada tinggi serta lirik berbahasa Sunda dengan makna yang cukup mendalam.
Kedekatan Dedi dan Kanaya diketahui terjalin melalui kegiatan musik dan kebudayaan. Kanaya bersama Emka 9 diketahui sering mengiringi kegiatan Dedi Mulyadi. Ia tampil dalam berbagai agenda, mulai dari acara resmi hingga kegiatan seni dan budaya di sejumlah wilayah Jawa Barat.
Salah satu penampilan terakhir Kanaya di hadapan masyarakat Jawa Barat berlangsung dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 RI pada 17 Agustus 2026.
Saat itu, ia bersama kru Emka 9 mengiringi iring-iringan kereta kencana yang membawa Bendera Merah Putih dari Gedung Pakuan menuju Gedung Sate.
Dalam acara tersebut, Kanaya mengenakan pakaian veteran dan membawakan lagu "Melati di Tapal Batas" karya Ismail Marzuki. Penampilan itu kemudian menjadi salah satu momen terakhir Kanaya tampil di depan masyarakat sebelum kabar duka mengenai kepergiannya.