Biaya Perang AS-Iran Telan Rp583 Triliun dalam 6 Bulan, Bikin AS di Ambang Krisis?

M Nurhadi

Rabu, 16 September 2026 | 13:37 WIB
Biaya Perang AS-Iran Telan Rp583 Triliun dalam 6 Bulan, Bikin AS di Ambang Krisis?
Amerika Serikat kembali melancarkan serangan militer ke wilayah Iran dengan menargetkan sebuah lokasi militer di Bandar Abbas, kota pelabuhan strategis yang berada di dekat Selat Hormuz. [Istimewa]
baca 10 detik
  • Operasi militer AS melawan Iran dalam enam bulan terakhir telah menelan biaya fantastis mencapai USD 38 miliar.
  • Laporan CBO menyebutkan pembengkakan biaya perang tersebut diproyeksikan akan mendongkrak laju inflasi AS sebesar 0,5 persen pada tahun 2027.
  • Konflik ini juga memicu krisis amunisi Pentagon dan melonjakkan harga energi global akibat terganggunya Selat Hormuz.

Suara.com - Biaya operasi militer Amerika Serikat (AS) dalam menghadapi konflik dengan Iran selama enam bulan terakhir dilaporkan telah menembus angka fantastis sebesar USD 38 miliar (sekitar Rp583 triliun).

Lembaga pengawas anggaran independen Kongres, Congressional Budget Office (CBO), mengindikasikan bahwa pengeluaran tersebut diperkirakan akan terus bertambah sekitar USD 3 miliar (Rp46 triliun) setiap bulannya, di tengah upaya pemerintahan Presiden Donald Trump mencari jalan keluar untuk mengakhiri pertempuran serta membuka kembali akses vital Selat Hormuz.

Berdasarkan kalkulasi CBO yang mencatat beban pengeluaran hingga 1 Agustus, pembengkakan biaya perang ini diproyeksikan bakal mendongkrak laju inflasi AS sebesar 0,5 persen pada triwulan pertama tahun 2027.

Selain memicu tekanan inflasi, besarnya dana perang turut menguras cadangan amunisi strategis Pentagon dan melonjakkan harga energi global, yang pada akhirnya menambah beban pada postur APBN AS (federal budget).

CBO memaparkan bahwa porsi terbesar dari pembengkakan biaya tersebut berasal dari masifnya penggunaan amunisi secara cepat. Pihaknya mengestimasikan bahwa AS membutuhkan waktu hingga lima tahun untuk mengembalikan stok amunisi ke level aman.

Laporan ini juga menyoroti bahwasanya militer AS diperkirakan telah menembakkan hampir seluruh persediaan rudal presisi jarak jauh milik mereka.

Tingginya angka pengeluaran ini sejalan dengan pernyataan Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, dalam sidang Senat pada 21 Juli lalu. Saat itu, Hegseth mengajukan permohonan dana darurat sebesar hampir USD 90 miliar guna mengisi kembali amunisi yang menipis.

"Tanpa dana ini, kita menghadapi kelangkaan yang sangat kritis," tegas Pete Hegseth, dikutip via Reuters.

Meskipun CBO mencatat adanya resistensi dari Departemen Pertahanan terkait audit keuangan, pihak Gedung Putih dan Pentagon memberikan pembelaan keras.

baca juga

Juru bicara Gedung Putih, Anna Kelly, menegaskan bahwa aksi militer tersebut merupakan langkah tegas untuk melindungi personel serta kepentingan AS, seraya mengklaim bahwa persediaan amunisi militer AS masih sangat memadai untuk mendukung seluruh target strategis Panglima Tertinggi.

Pandangan senada disampaikan oleh juru bicara utama Pentagon, Sean Parnell, yang membantah temuan mengenai krisis amunisi tersebut.

"Kami memiliki segala hal yang dibutuhkan untuk menyerang pada waktu dan tempat yang dipilih oleh presiden," ujar Sean Parnell.

Penyelidikan anggaran ini diinisiasi atas permintaan dari politisi Partai Demokrat di Komite Anggaran DPR AS, Brendan Boyle. Ia mengkritik keras dampak kemanusiaan dan finansial dari operasi militer tersebut.

"Warisan perang bencana Donald Trump di Iran telah merenggut nyawa prajurit pemberani Amerika dan melukai lainnya. Di luar korban jiwa tersebut, laporan non-partisan CBO ini memperjelas bahwa perang ini juga telah menelan biaya puluhan miliar dolar dari pembayar pajak Amerika dan terus bertambah, sementara biaya hidup terus melonjak," kata Brendan Boyle.

Tercatat sebanyak 18 personel militer AS gugur sejak konflik meletus. Laporan CBO ini belum mencakup potensi biaya tambahan dari insiden serangan terbaru terhadap kapal komersial di Selat Hormuz, kerusakan fasilitas militer AS di kawasan Teluk, maupun beban bunga utang untuk membiayai perang yang diprediksi bisa menambah beban puluhan miliar dolar lagi.

Krisis amunisi ini dinilai memicu risiko berantai terhadap postur pertahanan global AS, terutama dalam mengantisipasi potensi eskalasi konflik di wilayah lain seperti ketegangan antara China dan Taiwan.

Di sisi lain, laporan Inspektur Jenderal Pentagon mencatat bahwa serangan balasan Iran telah merusak atau menghancurkan ratusan bangunan di basis militer AS di Timur Tengah serta merusakkan sejumlah pesawat tempur, pesawat pengisi bahan bakar, dan drone.

Sektor energi turut menghantam konsumen global akibat gangguan di Selat Hormuz—jalur maritim yang sebelumnya dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia. Laju pembengkakan biaya perang ini kian memperburuk kondisi fiskal AS, di mana total utang publik negara tersebut telah melampaui rekor USD 40 triliun (sekitar Rp614 kuadriliun) pada Agustus lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perang Arab Saudi vs Houthi, Jet F-15 Ditembak Jatuh Pakai Rudal Buatan Lokal di Marib

Perang Arab Saudi vs Houthi, Jet F-15 Ditembak Jatuh Pakai Rudal Buatan Lokal di Marib

News | Rabu, 16 September 2026 | 13:21 WIB

Makkah Diserang, Amerika Keluarkan Peringatan Perjalanan ke Arab Saudi

Makkah Diserang, Amerika Keluarkan Peringatan Perjalanan ke Arab Saudi

News | Rabu, 16 September 2026 | 11:10 WIB

DPR Amerika Serikat Tolak Usulan Pemakzulan Donald Trump, Kenapa?

DPR Amerika Serikat Tolak Usulan Pemakzulan Donald Trump, Kenapa?

News | Rabu, 16 September 2026 | 10:31 WIB

Terkini

Ribuan Warga di Kepri Terjangkit ISPA, Madrasah Belajar dari Rumah Akibat Kabut Asap

Ribuan Warga di Kepri Terjangkit ISPA, Madrasah Belajar dari Rumah Akibat Kabut Asap

Batam | Rabu, 16 September 2026 | 13:35 WIB

Mengapa Bogor Tak Lagi Sedingin Dulu? Pakar IPB Ungkap Alasannya

Mengapa Bogor Tak Lagi Sedingin Dulu? Pakar IPB Ungkap Alasannya

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 13:35 WIB

Kemenhut Bekukan Izin 26 Perusahaan Terkait Karhutla, Bisa Berujung Pidana

Kemenhut Bekukan Izin 26 Perusahaan Terkait Karhutla, Bisa Berujung Pidana

News | Rabu, 16 September 2026 | 13:26 WIB

Batas Minimal Harga Saham Rp1 Diterapkan Akhir September

Batas Minimal Harga Saham Rp1 Diterapkan Akhir September

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 13:25 WIB

10 Dampak Pencemaran Air dan Tanah bagi Kehidupan Organisme

10 Dampak Pencemaran Air dan Tanah bagi Kehidupan Organisme

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 13:25 WIB

7 Cara Menata Area Teras dan Foyer Rumah sebagai Mulut Chi Penarik Keberuntungan

7 Cara Menata Area Teras dan Foyer Rumah sebagai Mulut Chi Penarik Keberuntungan

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 13:25 WIB

Menilik Sisi Rapuh Stray Kids Lewat Lagu Sorry, I Love You, Bikin Nyesek!

Menilik Sisi Rapuh Stray Kids Lewat Lagu Sorry, I Love You, Bikin Nyesek!

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 13:24 WIB

Datang Jadi Saksi, Pulang Masuk Bui: Pak Dur Ditahan Usai Cekcok dengan Anggota DPRD Malang

Datang Jadi Saksi, Pulang Masuk Bui: Pak Dur Ditahan Usai Cekcok dengan Anggota DPRD Malang

Malang | Rabu, 16 September 2026 | 13:22 WIB

Perang Arab Saudi vs Houthi, Jet F-15 Ditembak Jatuh Pakai Rudal Buatan Lokal di Marib

Perang Arab Saudi vs Houthi, Jet F-15 Ditembak Jatuh Pakai Rudal Buatan Lokal di Marib

News | Rabu, 16 September 2026 | 13:21 WIB

Antrean Panjang di SPBU Akibat Perubahan Pola Konsumsi, Bahlil Siapkan Aturan sebagai Solusi

Antrean Panjang di SPBU Akibat Perubahan Pola Konsumsi, Bahlil Siapkan Aturan sebagai Solusi

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 13:20 WIB

×