- Ramadhan Handyanto Jiwatama resmi terpilih menjadi Ketua Pengurus WAMI periode 2026–2028 di Jakarta Selatan pada Selasa (15/9).
- Handy menargetkan transparansi royalti, peningkatan jumlah anggota, serta konsolidasi internal dalam program kerja 100 hari pertamanya.
- WAMI melaporkan keberhasilan menghimpun royalti sebesar Rp45 miliar pada periode II tahun 2026 untuk didistribusikan kepada pemilik karya.
Suara.com - Sebuah babak baru dimulai bagi ekosistem musik Indonesia. Tepat di hari jadinya yang ke-20, Wahana Musik Indonesia (WAMI) resmi mengumumkan nakhoda baru.
Ramadhan Handyanto Jiwatama, atau yang lebih akrab disapa Handy Soulvibe terpilih sebagai Ketua Pengurus WAMI periode 2026–2028, menggantikan musisi legendaris Adi Adrian (KLa Project).
Perkenalan Handy dilakukan dalam suasana hangat di B-Rew Origin Coffee, Jakarta Selatan, Selasa (15/9).
Momen ini bukan sekadar serah terima jabatan, melainkan sebuah pernyataan visi besar bertajuk "Arah Baru".
Mengembalikan Kepercayaan Komposer
Sebagai musisi aktif yang besar bersama band Soulvibe, Handy memahami betul kegelisahan para pencipta lagu terkait hak ekonomi mereka.
Dalam sambutan perdananya, ia langsung tancap gas dengan janji transparansi. "Prioritas saya adalah mengembalikan kepercayaan komposer kepada WAMI," kata Handy.
"Sekarang posisi saya adalah melayani teman-teman komposer. Dulu saya anggotanya, maka sekarang anggota adalah prioritas utama," ujarnya menyambung.
Handy tidak main-main. Ia menargetkan pertumbuhan anggota yang signifikan dari angka 7.000 komposer yang ada saat ini.
Ia juga memaparkan performa impresif WAMI yang berhasil menghimpun royalti hingga Rp45 miliar pada periode II tahun 2026, sebuah angka fantastis yang siap didistribusikan kepada para pemilik karya.
Inovasi Digital dan "Listening Forum"
Di bawah kepemimpinannya, Handy merancang sistem satu aplikasi yang terintegrasi untuk memastikan keterbukaan data bagi seluruh anggota. Tak hanya soal teknologi, ia juga mengusung program "Listening Forum".
Program ini dirancang sebagai wadah edukasi dan kolaborasi berkala yang mempertemukan para pencipta lagu dengan promotor, label, hingga pakar industri musik. Tujuannya jelas: meningkatkan nilai ekonomi karya musik semaksimal mungkin.
Musisi dengan Sentuhan Bisnis
Pilihan WAMI jatuh kepada Handy bukan tanpa alasan. Selain rekam jejaknya sebagai pembetot bas Soulvibe selama dua dekade dan produser di balik kesuksesan awal karier Raisa, Handy memiliki latar belakang pendidikan Business Management dari Prasetiya Mulya.
Kombinasi antara jiwa seni dan logika bisnis inilah yang diharapkan mampu membawa WAMI menjadi lembaga yang lebih profesional.
Dukungan pun mengalir dari rekan sejawat, termasuk Bams Samsons dan Armand Maulana yang turut hadir.
"Semoga lebih baik. Sekarang sudah baik, dan saya yakin di tangan Mas Handy akan jauh lebih baik lagi," puji Bams.
Target 100 Hari Pertama
Handy sadar ekspektasi publik sangat tinggi. Ia pun telah menyiapkan agenda kilat untuk memulai masa jabatannya.
"Program pertama adalah konsolidasi internal dan reorganisasi. Saya pastikan akan ada hasil nyata dalam 100 hari pertama kerja saya," tutur pendiri Antartika Corp ini.
Sebagai informasi, WAMI merupakan Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) yang berdiri sejak 2006 dan telah diakui secara internasional melalui keanggotaannya di CISAC (organisasi induk LMK dunia).
Dengan kepemimpinan baru ini, WAMI diharapkan terus menjadi garda terdepan dalam membangun ekosistem musik Indonesia yang sehat, berkelanjutan, dan menyejahterakan para penciptanya.