Antusias Warga Amerika Untuk Shopping saat Black Friday

Oke Atmaja
Tanda penjualan Black Friday dipasang di Target Store di Rockville, Maryland, Amerika Serikat, Jumat (25/11/2022). [SAMUEL CORUM / AFP]
Tanda penjualan Black Friday dipasang di Target Store di Rockville, Maryland, Amerika Serikat, Jumat (25/11/2022). [SAMUEL CORUM / AFP]

Black Friday jadi momen yang amat dinanti-nanti masyarakat untuk berbelanja, hal itu karena sejumlah toko dan brand besar menggelar diskon besar-besaran.

Suara.com - Tanda penjualan Black Friday dipasang di Target Store di Rockville, Maryland, Amerika Serikat, Jumat (25/11/2022). Black Friday jadi momen yang amat dinanti-nanti masyarakat untuk berbelanja, hal itu karena sejumlah toko dan brand besar menggelar diskon besar-besaran.

Black Friday yang kerap diselenggarakan sehari setelah Hari Thanksgiving ini jadi ajang sejumlah toko menawarkan berbagai promo dan diskon belanja yang cukup menggiurkan. Bisa dibilang, Black Friday merupakan hari belanja tersibuk dalam satu tahun.

Fenomena Black Friday ini pun tak cuma ada di Amerika Serikat, tetapi bahkan merambah hingga ke berbagai negara di belahan dunia. Mulai dari Eropa hingga ke Asia.

Adobe mencatat belanja online selama black friday mencapai rekor penjualan atau tembus US$ 9,12 miliar atau setara Rp140-an triliun (kurs Rp 15.600 per US$). Keseluruhan penjualan online atau hari belanja setelah Thanksgiving ini naik 2,3% dari tahun ke tahun. [AFP] [Suara.com/Alfian Winanto]