Suara.com - Sejumlah pengunjung berfoto di Lapangan Istana Potala di kota Lhasa, Daerah Otonom Xizang, China, Selasa (21/7/2026). Kompleks istana yang berdiri megah di ketinggian 3.700 meter di atas permukaan laut itu menjadi salah satu ikon wisata paling populer di kawasan Tibet.
Istana Potala memiliki dua bangunan utama, yakni Istana Putih yang dahulu digunakan sebagai kediaman Dalai Lama dan pusat pemerintahan, serta Istana Merah yang berfungsi sebagai pusat kegiatan keagamaan. Kini, keduanya beralih fungsi menjadi museum yang menyimpan berbagai artefak bersejarah Tibet.
Daya tarik lain Lhasa adalah kawasan Barkhor, jalur melingkar sepanjang lebih dari satu kilometer yang mengelilingi pusat kota tua. Kawasan berusia lebih dari 1.300 tahun itu menjadi tempat bertemunya tradisi keagamaan, budaya lokal, perdagangan, dan aktivitas wisata dalam satu ruang yang hidup.
Di depan istana berdiri Lapangan Potala seluas sekitar 270 ribu meter persegi yang dibangun pada 1995. Area terbuka tersebut menjadi lokasi favorit wisatawan untuk menikmati panorama istana, terutama saat langit cerah yang menjadi ciri khas dataran tinggi Tibet.
Selain menjadi destinasi wisata unggulan, Istana Potala juga berstatus Situs Warisan Dunia UNESCO sejak 1994. Keindahan arsitektur khas Tibet yang berpadu dengan lanskap pegunungan menjadikan kompleks bersejarah ini salah satu landmark paling ikonik di China. [ANTARA FOTO/Desca Lidya Natalia/bar]