SUARA GARUT - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meminta doa rakyat Indonesia dari upaya kudeta yang dilancarkan Kepala Staf Presiden RI (KSP) Moeldoko.
Menurut AHY, Kepala KSP Moeldoko bersama dengan drh Jhoni Allen Marbun kini terus melancarkan aksi untuk mengambil alih Partai Demokrat.
Upaya terakhir Kepala KSP Moeldoko untuk mengkudeta Demokrat, kata AHY, adalah mengajukan peninjauan kembali (PK) ke Mahkamah Agung terhadap putusan kasasi yang memenangkan Partai Demokrat.
Pengajuan PK dilakukan Moeldoko pada 3 Maret 2023 lalu.
Dalam pengajuan PK-nya, mantan Panglima TNI di era Presiden SBY itu meminta agar Mahkamah Agung meninjau kembali putusan kasasi nomor No 487/KTUN/2022/ 29 September 2022 yang memenangkan Partai Demokrat.
Ada empat poin yang diklaim sebagai bukti baru atau novum oleh Moeldokodalam pengajuan PK tersebut.
"Namun empat poin yang disebut bukti baru itu sebenanya telah menjadi bukti persidangan pada tahun 2021 lalu," kata AHY dalam keonferensi pers Senin (3/4/2023) dikutip dari YouTube Partai Demokrat, Selasa (4/4/2023).
Tim kuasa hukum Partai Demokrat, lanjut AHY, telah mengajukan kontra memori untuk menjawab upaya PK dari Moeldoko tersebut.
AHY menyebutkan juga, sebenarnya tak ada celah hukum bagi Moeldoko untuk mengkudeta Partai Demokrat.
Namun ia khawatir dengan situasi hukum yang menurutnya sedang mengalami pancaroba sehingga kemungkinan lain bisa saja terjadi.
"Karena situasi hukum kita tengah pancaroba, maka saya meminta doa kepada seluruh rakyat Indonesia agar Partai Demokrat diselamatkan dari upaya kudeta KSP Moeldoko," ujarnya. (*)