SUARA GARUT - Kasus gagalnya Piala Dunia U-20 membuat hubungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Ganjar Pranowo terjadi keretakan.
Sampai saat ini, hubungan keduanya masih belum pulih sehingga deklarasi Ganjar sebagai Capres membuat Jokowi tidak begitu happy.
Banyak kalangan yang menilai, momentum deklarasi tidak begitu tepat saat hubungan keduanya belum pulih.
"Walaupun Beberapa hari kemudian kita lihat Pak Jokowi jalan bareng dengan Mas Ganjar tetapi secara kebatinan belum pulih," kata pengamat politik dan peneliti Indonesia, M. Qodari dilansir garut.suara.com saat menjalani sesi wawancara di TV One, Jumat (20/4/2023).
Hal tersebut, kata Qodari, dapat dilihat dari pernyataan-pernyataan Jokowi di berbagai forum yang mengaku cape mengurus Piala Dunia U-20.
"Kalau kita lihat pernyataan-pernyataan Pak Jokowi di berbagai forum ya ketika misalnya Beliau mengatakan ini capek ngurus Piala Dunia U-20," ungkapnya.
Padahal, kata dia, jika dibandingkan dengan Pak Jokowi mengurus covid-19 selama 2 sampai 3 tahun enggak pernah mengatakan cape.
"Tapi ngurus Piala Dunia U-20 yang hanya 2 minggu kok capek gitu. Jadi kalau sampai ke luar pernyataan demikian hemat saya itu ada sesuatu yang katakanlah memang sangat mengecewakan," beber Qodari.
Hal tersebut juga, lanjutnya, suasana kebatinan Pak Jokowi denga Ganjar Pranowo sebetulnya belum pulih-pulih amat.
Baca Juga: Tingkatkan Kesadaran Deteksi Dini Kanker Serviks: Bio Farma Gelar Roadshow #SupportAllWoman
"Nah barangkali dengan dipercepat ini ketika perasaan beliau itu belum belum pulih sepenuhnya rasa nyaman yang dulu pernah ada begitu ya itu pada hari ini belum tercipta kembali barangkali," kata dia.
Hal tersebut akan berbeda, kalau deklarasinya dilakukan pada bulan Mei atau bulan Juni.
"Kalau udah 2 sampai 3 bulan gitu ya lalu sudah ada peristiwa-peristiwa yang lain yang yang lebih menetralisir barangkali secara psikologi lebih lebih mudah buat Pak Jokowi," pungkasnya.(*)