SUARA GARUT - Allah menciptakan dunia dan segala kenikmatannya untuk manusia sebagai sarana bersyukur dan ibadah.
Semua boleh dinikmati selagi tidak bersikap berlebih-lebihan.
Allah tidak melarang manusia untuk makan,minum dan berpakaian. Tapi semua itu tidak boleh berlebihan atau dalam koridor yang wajar.
Tindakan berlebih-lebihan dalam istilah agama Islam disebut israf. Israf merujuk pada hal negatif atau terlarang.
Dalam kehidupan saat ini,begitu banyak ditemukan sikap manusia yang bangga memamerkan makanan,minuman dan gaya berpakaian yang melebihi batas kewajaran.
Ada tiga bentuk Israf yang kerap terjadi di dalam kehidupan masyarakat.
1.Berlebihan dalam Makan dan Minum.
Makan dan minum adalah kebutuhan dasar manusia. Namun semua harus dikonsumsi secara wajar dan jangan berlaku boros.
Allah melarang sikap berlebih-lebihan (Israf) dalam makan dan minum sebagai mana firmanNya dalam QS Al Arf ayat 31 berikut.
"Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.
Baca Juga: 4 Zodiak yang Suka Memberi Kejutan untuk Orang yang Dicintai, Ada Scorpio
Sikap berlebih-lebihan identik juga dengan boros. Karena sikap boros termasuk prilaku syaitan.Allah berfirman:
"Sesungguhnya orang-orang yang pemboros adalaha saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepads Tuhannya," (QS:Al Isra:27)
2. Berlebih-lebihan dalam Berpakaian.
Memiliki pakaian yang bagus adalah dambaan manusia.
Namun dalam syariat Islam ada aturannya. Termasuk dalam hal ini sikap bersolek wanita dengan model pakaian yang tidak sesuai aturan syariat termasuk sikap tabarruj dan ini masuk ke dalam larangan sikap berlebih-lebihan.
3.Berlebih-lebihan Dalam Bicara
Di era keterbukaan ini,manusia berlomba-lomba untuk banyak bicara.
Bicara tanpa ilmu adalah sumber masalah dan akar perpecahan.
Karena itu manusia lebih baik diam jika tidak tahu dan jangan berlebihan dalam bicara,sebagaimana Hadist rasulullah
dari Abu Hurairah:
"Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir,hendaklah berkata yang baik atau diam," (HR Bukhari dan Muslim)
Bicara yang berlebihan diawali dengan pergaulan yang berlebihan.Maka sikap ini juga harus diperhatikan.
4.Berlebihan Dalam Beragama
Konteks pemahaman ke empat sikap berlebihan dalam agama adalah dalam beribadah kepada Allah.
Karena kaidah hukum ibadah asal mulanya terlarang sampai ada dalil yang menjelaskannya.
Maka tidak cukup dengan indikator fadhillah baik dan banyaknya di mata manusia.Sebagaimana firman Allah dalam QS An-Nisa aya 171 yang artinya"
"Wahai Ahlulkitab,janganlah kamu sekalian berlebih-lebihan dalam menjalankan agamamu dan jangalah kamu mengatakan kepada Allah kecuali yang benar.
Allah menyukai ibadah yang sedikit tapi konsisten dan memenuhi syarat diterimanya yaitu iman,ikhlas dan mencontoh tuntunan nabi, bukannya kuantitas tapi keluar dari rambu-rambu agama. (*)
Editor: SENO