GARUT SUARA - Baru-baru ini jagat dunia hiburan dihebohkan dengan aksi Inara Rusli yang menanggalkan cadarnya di hadapan umum.
Sontak saja, keputusan Inara Rusli ini membuat khalayak terbelalak. Bagaimana tidak, keputusan ini dilakukan Inara Rusli di tengah badai gosip yang menerpa keluarganya.
Pasca peristiwa Inara Rusli membuka cadar yang selama ini melekat pada dirinya sebagai cermin istri sholehah, kini menuai pro kontra.
Tak sedikit kaum hawa, khususnya kaum Muslimah kini mulai kasak kusuk mencari tahu. Bagaimana sih hukumnya bercadar menurut Islam?
Dalam rujukan fikih hukum Islam, kaum Muslimin dunia biasa mengikuti para ulamanya yang merupakan pewaris para Nabi.
Kaum Muslim dunia tentunya sudah pada mafhum, ada empat ulama madzhab sekaligus imam yang penguasaan keilmuannya tak diragukan lagi.
Belia-beliau Rahimahullah adalah Imam Hanafi, Maliki, Syafi'i dan Imam Hambali.
Mari kita telaah, bagaimana hukumnya bercadar bagi seorang Muslimah menurut pendapat ulama 4 madzhab
Diketahui, dalam bahasa Arab, cadar bisa disebut dengan 'khimar', 'niqab' atau 'burqa.'
Sementara itu, dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) cadar diartikan sebagai kain penutup kepala atau muka (bagi wanita).
Dengan begitu, cadar dapat dipahami sebagai pakaian wanita yang menutupi bagian kepala dan muka
Sebelum melangkah lebih lanjut, seperti apa hukum cadar dalam Islam. Kita lihat dulu aturan menutup aurat bagi kaum hawa ini.
Allah SWT berfirman dalam Al Qur'an. Setiap wanita dalam hukum Islam diwajibkan menutup auratnya sesuai ketentuan.
Hal tersebut aebagaimana firman Allah SWT di dalam Alquran pada surat An-Nur (24) ayat 31 , yang artinya sebagai berikut:
“Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.