Kematian Mengenaskan Hamza Bekkali
![Keluarga Hamza Bekkali [yabiladi.com]](https://media.suara.com/suara-partners/gol/thumbs/1200x675/2022/12/11/1-hamza.png)
Selang satu tahun setelah kompetisi sepak bola Maroko digulirkan secara profesional terjadi peristiwa mengenaskan.
Pada Mei 2012 di pertandingan Wydad vs FAR, seorang pria berusia belasan tahun bernama Hamza Bekkali tewas mengenaskan.
Hamza tewas setelah dikeroyok beramai-ramai. Mirip dengan apa yang dialami banyak suporter di Indonesia, seperti kasus Haringga Sirila pada September 2019.
Dalam pernyataan kepada awak media, keluarga Hamza tak bisa berkata-kata. Mereka mengutuk para pelaku dan tak menyangkan sepak bola lebih mahal dari harga nyawa manusia.
"Ini adalah kerugian terbesar bagi kami. Ini bukan olahraga yang kami inginkan untuk anak-anak," ujar keluarga Hamza.
Pasca kematian Hamza, pihak pemerintah dan PSSI-nya Maroko kemudian membentuk komite tripartit untuk menghapus budaya kekerasan di sepak bola.
Pihak federasi bahkan sempat usulkan untuk melarang anak di bawah umur datang ke stadion tanpa didampingi oleh keluarga.
Kasus Hamza sendiri kemudian menyeret 44 orang sebagai pelaku, 19 diantarnya adalah anak di bawah umur. Namun setelah kasus Hamza, masih terulang kasus kekerasan lain di kompetisi sepak bola Maroko hingga saat ini.
Bedanya dengan Indonesia, meski kekerasan antar suporter jadi hal lumrah dan budaya, Maroko bisa buktikan bahwa tim nasional mereka punya prestasi sangat tinggi lolos ke babak semifinal Piala Dunia 2022. Prestasi yang entah kapan bisa diikuti oleh timnas Indonesia.
Baca Juga: Wajib Dicontoh! Hakim Ziyech Tak Pernah Ambil Uang Saat Bela Maroko, Disumbangkan untuk Orang Miskin
Singa Atlas Ukir Sejarah
![Maroko lolos ke babak semifinal Piala Dunia 2022 setelah mengalahkan Portugal 1-0 [Twitter.com/EFEdeportes]](https://media.suara.com/suara-partners/gol/thumbs/1200x675/2022/12/11/1-maroko-lolos-ke-babak-semifinal-piala-dunia-2022.png)
Maroko berhasil menjadi tim pertama dari Afrika yang mampu lolos ke babak semifinal Piala Dunia 2022.
Pada pertandingan perempat final melawan Portugal, Minggu (11/12) dinihari WIB, tim berjuluk Sungai Atlas itu memenangkan pertandingan dengan skor 1-0.
Gol tunggal Maroko dicetak oleh striker Sevilla, Youssef En Nesyri menit ke-42. Gol ini dicetak oleh Youssef En Nesyri dengan sundulan memanfaatkan umpan crossing dari Yahia Attiat.
Jika Youssef En Nesyri berkarier di Spanyol bersama Sevilla, Yahia adalah pemain dari klub Maroko, Wydad AC.
Keberhasilan Maroko melangkah ke babak empat besar Piala Dunia 2022 pun diancungi sejumlah pihak. Di babak semifinal, Maroko akan menghadapi Prancis, juara bertahan Piala Dunia.