Boncos di Piala Dunia 2022, Main Judi Bola Itu Gak Sekedar Punya Uang tapi..

suara gol Suara.Com
Selasa, 20 Desember 2022 | 14:35 WIB
Boncos di Piala Dunia 2022, Main Judi Bola Itu Gak Sekedar Punya Uang tapi..
Ilusteasi judi bola - hukum judi bola dalam islam (pixabay)

Tak bisa dipungkiri, gelaran Piala Dunia 2022 juga menjadi ajang bagi sebagian orang untuk mencari peruntungan dengan memasang taruhan alias bermain judi.

Judi di sepak bola tidak hanya dilakukan orang-orang awam, namun juga orang berduit. Kadang menang, tapi tak sedikit harus boncos alias kalah. Tengok saja rapper kenamaan Drake yang harus kehilangan Rp15 miliar di final Piala Dunia 2022. 

Padahal Drake saat itu menjagokan Argentina yang keluar sebagai juara Piala Dunia 2022. Lantas mengapa ia harus kehilangan uang sebesar itu?

Hal ini lantaran Drake memasang Argentina di waktu normal, 2x45 menit, tidak termasuk waktu tambahan dan babak adu penalti. Alhasil, uang Rp15 miliar milik Drake pun lenyap. 

Judi di sepak bola adalah hal lumrah meski di Indonesia masih dianggap pro kontra. Judi di sepak bola dianggap bisa menciderai fair play. 

Jika mau melihat soal praktek perjudian secara 'fair' di sepak bola Eropa tanpa menciderai sepakbola itu sendiri, mungkin kita bisa melihat dari sosok bernama Tony Ansell. 

Di Inggris sosok Ansell dikenal sebagai salah satu penjudi kelas kakap di Liga Inggris. Apakah ia menggunakan koneksi pejabat di klub dan federasi sepakbola Inggris untuk mendapat untung banyak? Ternyata tidak. 

Ansell yang juga seorang mantan akuntan menggunakan ilmu matematika untuk bertaruh di rumah judi. Kemampuan matematika menurut Ansell mutlak dimiliki oleh para penjudi dan bandar judi yang tak mau merusak sepakbola dengan praktek match fixing. 

Ansel mengatakan bahwa ia akan selalu berpikir logis dalam hitung-hitungan matemis serta cermat tiap kali ia bertaruh di satu pertandingan, 

Baca Juga: 5 Momen Aneh di Piala Dunia 2022: Ronaldo Rogoh-rogoh Celana, Tukang Daging Bikin Bingung Messi

"Perjudian lebih dari sekedar permainan angka-angka buat saya dan semakin saya sadar angka-angka tersebut menguntungkan saya," kata Ansell seperti dikutip dari majalah fourfourtwo

Standar judi sepakbola menurut Ansell wajib diperhatikan betul para penjudi saat ingin bertaruh. Keuntungan sebagai bandar akan semakin turun jika kita bermain di divisi-divisi paling bawah. 

Perbandingan antara presentase kemenangan kandang dengan kemenangan tandang sangat tipis jika coba bermain judi di laga divisi utama seperti Liga Inggris.  

Jika mempertemukan dua tim besar, tim tandang lazimnya mendapat angka 9/4 dibanding tim tamu. Fakta-fakta ini didapat Ansell saat ia mulai pertama bermain judi di divisi tiga liga Inggris. 

Yang menarik kemudian, Ansell menyebut bahwa jika ingin menjadi penjudi profesional hal utama yang wajib dilakukan ialah tidak menjadi penjudi yang tidak ingin bangkrut. 

Selanjutnya jangan pernah menjadi penjudi yang idealis yang melawan arus. Harus ada alasan yang jelas jika seorang penjudi mencoba 'berbeda'.

Kecuali jika seorang penjudi mengetahui ada faktor kunci yang bisa membuat satu tim kalah, faktor kunci yang dimaksud salah satunya ialah pemain utama cedera.

Terakhir kata Ansell, jangan pernah memasang taruhan lebih dulu sebelum satu ajang dimulai. Maksudnya, penjudi harus juga memperhitungkan laga pramusim satu tim untuk kemudian ia analisis. Tidak sekedar perbandingan kekuatan tim yang bertanding. 

Maksud dari pemaparan soal Ansell ini ialah bahwa praktek perjudian di sepak bola selama itu tidak merusak pertandingan artinya memang sah-sah saja.

Paparan dari Ansell menujukkan bahwa praktek perjudian di Inggris sana murni didasari berdasarkan hitung-hitungan matematis serta analisis sepakbola.  

Karenanya cukup mengherankan kalau kemudian di Indonesia, orang-orang yang dianggap menciderai sepakbola dan judi sepakbola masih berkeliaran untuk melakukan match fixing. 

Pasalnya match fixing sendiri bagi para penjudi seperti Ansell tentu sangatlah merugikan. Artinya para penjudi yang murni bertaruh karena hitung-hitungan matematis dan analisis sepakbola harus dirugikan karena hasil laga sudah diatur untuk kemenangan penjudi tertentu. 

Jurnalis Cina Xie Caifeng dari chinadaily.com mengatakan bahwa orang yang memanipulasi hasil sepakbola tidak bisa serta merta dianggap sebagai bagian dari perjudian namun lebih tepatnya sebagai aksi manipulasi. 

Di Cina hal tersebut dibedakan, karenanya di Cina sistem lotere sepakbola yang di Indonesia dianggap sebagai bagian dari judi merupakan hal yang legal. Yang diperangi di Cina bukanlah perjudian di olahraga namun lebih ke praktek suap atau match fixing itu tadi. 

Berdasar hukum pidana di Cina terkait praktek suap di pertandingan olahraga ganjaran hukumannya ialah 10 tahun penjara. 

Dalam hukum tersebut dijelaskan bahwa jika ada satu orang mengatur hasil pertandingan dan meminta 3 orang untuk ikut bertaruh di pertandingan yang sudah diatur tersebut dengan nilai nominal taruhan 50 ribu Yuan, orang pertama tadi sudah masuk sebagai kategori pelaku match fixing. 

Pengelolaan yang tepat industri judi di olahraga memang sudah dilakukan sejumlah negara. Ambil contoh di Inggris, mereka memiliki Komisi Perjudian dan badan pengawas yang memiliki payung hukum. 

Bahkan mereka tak sungkan untuk melakukan riset tentang permasalahan dan bahaya judi. Seperti yang dilaporkan vice.com, riset pada 2017 lalu Komisi Perjudian menemukan bahwa terjadi lonjakan penjudi bermasalah hampir 40 persen dalam tiga tahun ke belakang. 

Apa itu penjudi bermasalah? Seperti disebutkan oleh Anseel di atas, penjudi yang tak ingin bangkrut, serta penjudi yang tak memiliki bekal kemampuan analisis dan matematis.

Apa dampaknya dengan banyaknya penjudi bermasalah tersebut? Tentu saja di pertandingan sepakbola, hal itu membuat praktek match fixing  semakin besar peluangnya untuk tercipta. 

Karenanya Joey Barton, pesepak bola yang terperangkap dalam perjudian mengatakan bahwa bukan hal mudah untuk menghentikan praktek perjudian, federasi sepakbola tentu akan kesulitan untuk mendorong orang-orang agar tidak boleh bertaruh di satu pertandingan olahraga, yang terpenting kata Barton bagaimana federasi bisa menerapkan aturan profesional terkait judi dan sepak bola. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI