Pele raja sepak bola bisa dibilang sebagai aksioma. Bersama Diego Maradona, Pele ialah anugrah terbesar di sepak bola. Tak ada yang bisa sangkal, Pele adalah pemain terhebat sepanjang masa.
Namun, sama seperti Diego Maradona, di luar sepak bola, Pele bukan sosok sempurna. Bak paradoks sebagai raja sepak bola, Pele justru pecundang di luar sepak bola.
Pele sendiri mengakui bahwa di luar pesepak bola, ia merupakan sosok ayah, suami dan pria yang gagal. Ia memiliki fase terberat di kehidupan pribadinya, terutama dalam beberapa tahun terakhir.
Salah satu hal berat dalam fase kehidupan Pele ialah saat putranya, Edinho, eks penjaga gawang Santos era 90-an ditangkap pihak polisi. Kasus Edinho tak main-main, ia terlibat kasus peredaran narkoba dan pencucian uang.
Penangkapan Edinho membuat Pele menyalahkan dirinya sendiri. Ia merasa tidak hadir sebagai seorang ayah untuk putranya tersebut.
Edinho pertama kali terlibat kasus hukum saat terlibat dalam kecelakaan mobil. Pada 1992, Edinho terlibat kecelakaan lalu lintas yang menewaskan seorang pengendara motor. Akibat kasus itu, Edinho mendekam di penjara selama satu setengah tahun.
Ia kemudian terlibat dalam peredaran narkoba sebagai seorang bandar. Tak hanya itu, Edinho juga terlibat kasus pencucian uang.
Dua kasus tersebut membuat Edinho kemudian dijatuhi hukuman penjara 33 tahun. Pada 2019 ia mendapat remisi dan bisa hidup udara bebas.
Dalam buku autobiografi, Pele menceritakan masa-masa suram itu. Menurutnya, saat Edinho putuskan untuk jadi pesepak bola, ia terbebani dengan nama besar Pele.
"Teman-teman saya memberitahu bahwa ia (Edinho) putuskan jadi penjaga gawang karena tidak ingin disamakan dengan ayahnya. Itu sesuatu yang bisa saya pahami," ungkap Pele seperti dikutip dari esportes.r7.com
Pele sejatinya mengetahui bagaiaman putranya itu terjerumus dalam dunia hitam narkotika. Dalam buku autobiografinya, Pele bahkan menyebut nama orang yang membuat Edinho jadi pengedar.
"Salah satu orang yang bergaul dengan Edinho atau yang mendekatinya adalah pria yang dikenal dengan nama Naldinho. Ia kemudian terlibat dalam bisnis narkotika dan pencucian uang," ungkap Pele.
Meski begitu, sebagai seorang ayah, Pele tak mempercayai sepenuhnya bahwa putranya itu terlibat dalam bisnis narkotika dan peredaran uang. Namun, ia tak bisa menyangkal fakta hukum soal anaknya tersebut.
"Saya harus menyadari apa yang saya alami, sesuatu yang tidak pernah saya bayangkan, memiliki seorang anak yang ditangkap karena perdagangan narkotika,"
"Hati saya sebagai seorang ayah hancur dan alami ujian terbesar dalam hidup. Saya banyak menangis. Saya tidak bisa tidur dan terus bertanya, apkaah ini adil untuk saya,"