Pelatih mudah Korea Selatan sekaligus mantan asisten Shin Tae-yong, yakni Gong Oh-kyun, tampaknya membuat sejumlah klub besar Liga Vietnam berpikir dua kali untuk merekrutnya.
Pasalnya, pelatih berbakat yang pernah membesut Timnas U-23 Vietnam ini menetapkan tuntutan gaji yang membuat banyak pihak terkejut.
Sebagai catatan, Gong Oh-kyun memang bukan nama asing dalam dunia sepak bola Asia.
Ia sempat berkiprah sebagai asisten pelatih untuk Timnas senior dan Timnas U-20 Indonesia di bawah komando Shin Tae-yong pada periode 2020-2021.
Setelah itu, ia memilih untuk menjabat sebagai pelatih kepala di Seoul E-land sebelum akhirnya memutuskan untuk mengambil alih kendali Timnas U-23 Vietnam pada 2022.
Dengan kepemimpinannya, Gong Oh-kyun berhasil mengubah paradigma permainan Timnas U-23 Vietnam yang sebelumnya sangat dipengaruhi oleh pelatih Park Hang-seo.
Prestasinya mencapai perempat final Piala Asia U-23 2022 menjadi bukti kualitasnya.
Meski begitu, Gong Oh-kyun memutuskan untuk meninggalkan Vietnam di akhir 2022 setelah kesepakatan dengan Federasi Sepak Bola Vietnam (VFF) tidak tercapai.
Kini, pada pertengahan 2023, pelatih yang baru saja mendapat gelar AFC Pro tersebut muncul kembali di Vietnam.
Gong Oh-kyun mengungkapkan hasrat besar untuk membawa sepak bola Vietnam meraih puncak kesuksesan.
"Saya ingin meraih hal-hal yang lebih besar di sini," kata Gong Oh-kyun, dikutip hari Senin (2/10/2023).
Namun, niat baik Gong Oh-kyun tampaknya mendapat hambatan. Pelatih ini meminta gaji fantastis sebesar 25-30 ribu dolar AS per bulan, belum termasuk pajak.
Ditambah lagi, ia menginginkan 2-3 asisten pelatih asing yang tentu menambah biaya operasional klub.
Dengan total biaya hampir Rp 1,27 miliar per bulan untuk tim kepelatihan ini, tidak heran jika klub-klub besar Liga Vietnam tampak enggan mengambil risiko. Masa depan Gong Oh-kyun di Vietnam kini menjadi tanda tanya besar.