Studi: Rokok Elektronik Tak Membantu Berhenti Merokok

admin

Jum'at, 07 Maret 2014 | 13:48 WIB
Studi: Rokok Elektronik Tak Membantu Berhenti Merokok
Ilustrasi. (Foto: Visualphotos).

Suara.com - Sebuah studi yang dipublikasikan Kamis (6/3/2014), menemukan adanya kaitan antara kebiasaan merokok dan penggunaan e-cigarette (rokok elektronik) di kalangan remaja Amerika Serikat (AS). Namun, studi ini tidak memberi jawaban atas pertanyaan penting terkait kesehatan publik, yaitu apakah e-cigarette justru bisa menjadi "gerbang" ke kebiasaan merokok.

Dipublikasikan di jurnal JAMA Pediatrics, studi ini menemukan bahwa di antara mereka yang sebelumnya merokok, kalangan remaja yang juga mencoba e-cigarette tampaknya cenderung sedikit saja yang berhenti merokok, ketimbang mereka yang tak menggunakan produk itu.

Lauren Dutra dan Stanton Glantz, dua peneliti dalam studi ini, yang bukan kebetulan adalah juga penentang e-cigarette, menyimpulkan bahwa "penggunaan rokok elektronik tidak mengurangi, bahkan bisa mendorong penggunaan rokok biasa di kalangan remaja AS". Hanya saja, kalangan pengkritik menilai hasil studi ini tidak bisa disimpulkan demikian.

Dr Michael Siegel, seorang profesor Ilmu Kesehatan Masyarakat di Boston University School of Public Health, yang selama ini dikenal kerap bicara mendukung rokok elektronik, menolak kesimpulan bahwa e-cigarette bisa mengarah pada merokok. Namun, ia mengakui ada korelasi antara rokok elektronik dan kebiasaan merokok dalam studi ini.

"Para penulis (studi ini) tampaknya lebih banyak beropini," ungkap Siegel. "Saya sebaliknya, bisa saja berpendapat bahwa studi ini memperlihatkan betapa para perokok berat itu tertarik memakai rokok elektronik karena mereka memang ingin berhenti," sambungnya.

Studi ini sendiri didanai oleh Institut Kanker Nasional AS, yang dikerjakan oleh Center for Tobacco Control Research and Education di University of California San Francisco. Studi ini berjalan sering rencana Lembaga Makanan dan Obat-obatan (FDA) AS memegang kontrol aturan atas rokok elektronik. Untuk diketahui, produk ini tahun lalu mencatatkan angka penjualan hingga 2 miliar dolar AS (Rp22,9 triliun), yang oleh beberapa analis bahkan diprediksi kelak bisa melampaui pasar tembakau yang ada di angka 80 miliar doar AS (Rp917 triliun).

Studi ini disebut bertujuan untuk memahami lebih jauh hubungan antara penggunaan rokok elektronik, pengguna rokok, serta langkah berhenti merokok, khususnya di kalangan remaja AS. Riset dijalankan menggunakan data dari sekitar 40.000 remaja, yang diambil dari survei National Youth Tobacco yang digelar oleh CDC pada tahun 2011 dan 2012. (Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Aksi Haru .Feast di Panggung RI Fest 2026, Ajak Penonton Kirim Doa untuk Korban Gempa NTT

Aksi Haru .Feast di Panggung RI Fest 2026, Ajak Penonton Kirim Doa untuk Korban Gempa NTT

Entertainment | Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:48 WIB

Massa Mahasiswa Bubarkan Diri dari Gedung UOB Jakpus, Lalu Lintas Kembali Normal

Massa Mahasiswa Bubarkan Diri dari Gedung UOB Jakpus, Lalu Lintas Kembali Normal

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:44 WIB

Bukan Cuma Gaji! Mensos Ungkap Alasan Warga Bisa Masuk Kelompok Desil 10

Bukan Cuma Gaji! Mensos Ungkap Alasan Warga Bisa Masuk Kelompok Desil 10

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:44 WIB

Prabowo Diminta Perpanjang Dana Otsus Aceh di Tengah Keresahan Bulan Bintang

Prabowo Diminta Perpanjang Dana Otsus Aceh di Tengah Keresahan Bulan Bintang

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:39 WIB

Tiga Dara | Duh! Ternyata Kita Paling Rendah Minum Susu se-ASEAN

Tiga Dara | Duh! Ternyata Kita Paling Rendah Minum Susu se-ASEAN

Video | Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:34 WIB

Karhutla 1.120 Hektare Padam, Bromo Tengger Semeru Kembali Dibuka 20 Agustus

Karhutla 1.120 Hektare Padam, Bromo Tengger Semeru Kembali Dibuka 20 Agustus

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:33 WIB

Bentakan Fathimah Azzahra ke Polisi: Bagi Anda Nyawa Teman Saya Tak Ada Artinya!

Bentakan Fathimah Azzahra ke Polisi: Bagi Anda Nyawa Teman Saya Tak Ada Artinya!

Entertainment | Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:31 WIB

Operasi Karhutla Gunung Bromo TNBTS Selesai, Posko Resmi Ditutup

Operasi Karhutla Gunung Bromo TNBTS Selesai, Posko Resmi Ditutup

Jatim | Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:31 WIB

Review Coin Locker Babies: Dari Pengabaian Masa Kecil hingga Teror Kehancuran

Review Coin Locker Babies: Dari Pengabaian Masa Kecil hingga Teror Kehancuran

Your Say | Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:30 WIB

Diiming-imingi Gaji Rp9 Juta di Singapura, Tiga Calon PMI Diduga Ditampung Dua Bulan di Bondowoso

Diiming-imingi Gaji Rp9 Juta di Singapura, Tiga Calon PMI Diduga Ditampung Dua Bulan di Bondowoso

Jatim | Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:24 WIB

×