Waspadai Dengkur yang Tak Biasa

Esti Utami | Suara.com

Kamis, 27 Maret 2014 | 11:06 WIB
Waspadai Dengkur yang Tak Biasa
Ilustrasi mendengkur bisa mengganggu pasangan (Foto: shutterstock)

Suara.com - Kita mungkin sering mendengar seseorang mendengkur begitu keras, hingga suaranya terdengar belasan meter jaraknya. Dan soal yang satu ini bisa menimbulkan masalah yang bukan hanya dalam satu keluarga, tetapi kadang hingga hubungan bertetangga.

Orang sering menghubungkan mendengkur dengan sleep apnea (gangguan pernapasaan saat tidur). Tapi sebenarnya tak semua penderita sleep apnea mendengkur, dan sebaliknya tak semua orang mendengkur menderita sleep apnea.  Tapi memang ada orang yang mendengkur karena memang mengalami sleep apne. Ini yang oleh para ahli disebut sebagai obstructive sleep apnea. Ini yang akan dibahas dalam artikel ini.

Penderita obstructive sleep apnea akan mengeluhkan kualitas tidur mereka dibanding para pendengkur biasa. Ini karena penderita obstructive sleep apnea akan bernafas pendek-pendek, sehingga ia berkali-kali kesulitan bernapas selama tidur. Jeda ini bisa  berlangsung selama sepuluh sampai dua puluh detik. Sehingga sangat mengganggu.

Akibat.
Penderita obstructive sleep apnea, biasanya akan sering terbangun di malam hari. Ini mengakibatkan di siang hari ia merasa tak segar dan sulit konsentrasi. Dalam tahap lanjut, mendengkur bisa mengakibatkan depresi, pusing-pusing dan gangguan kesehatan lainnya seperti tekanan darah tinggi, diabetes, stroke atau malah serangan jantung.

Bagi mereka yang sudah menikah, mendengkur juga akan membuat pasangannya merasa terganggu. Sementara pada anak-anak, gangguan ini akan menciptakan 'teror' yang mengganggu tidur mereka. Dampaknya sekolah mereka akan terganggu.

Pengobatan.
Untuk mengatasi mendengkur tingkat ringan atau sedang, bisa diatasi dengan perubahan gaya hidup dan latihan ringan. Kegemukan, obat tidur, alkohol, obat penenang kafein dan kurang tidur adalah sederet hal yang bisa menyebabkan seseorang mengorok. Jadi mengubah gaya hidup dan menghindari hal-hal di atas bisa menurunkan risiko tidur mengorok.

Tidur miring dan membuka rongga hidung dengan menggunakan alat bantu juga membantu seseorang tidak lagi ngorok. Tidur miring dapat mencegah jaringan lunak dan lidah menghalangi jalan napas sehingga rongga hidung terbuka sepanjang malam. Melatih otot-otot saluran napas juga dapat mengurangi  tingkat keparahan mendengkur.

Akibat mendengkur tak hanya dirasakan pelakunya, tapi juga mengganggu teman dan anggota keluarga. Jadi jika Anda merasa  mendengkur sudah begitu mengganggu, cobalah mencatat berapa kali Anda terbangun di malam hari dan bagaimana Anda merasa kelelahan di pagi hari. Kemudian, putuskan apakah Anda cukup mencoba pengobatan di rumah atau harus pergi ke dokter untuk menjalani operasi. (Sumber: easygoodhealth.com)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Loh Cara Memasak yang Sehat

Ini Loh Cara Memasak yang Sehat

Lifestyle | Rabu, 26 Maret 2014 | 09:54 WIB

5 Khasiat Mujarab Madu

5 Khasiat Mujarab Madu

Health | Selasa, 25 Maret 2014 | 08:56 WIB

Ini yang Menyebabkan Bau Mulut

Ini yang Menyebabkan Bau Mulut

Health | Senin, 24 Maret 2014 | 12:39 WIB

Awas, Marah Bisa Memicu Serangan Jantung dan Stroke

Awas, Marah Bisa Memicu Serangan Jantung dan Stroke

Health | Sabtu, 15 Maret 2014 | 08:27 WIB

Terkini

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB

Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia

Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 10:53 WIB

4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius

4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:58 WIB