Arab Saudi: Jumlah Pengidap dan Korban Meninggal Akibat MERS Bertambah

Liberty Jemadu

Sabtu, 26 April 2014 | 10:53 WIB
Arab Saudi: Jumlah Pengidap dan Korban Meninggal Akibat MERS Bertambah
Coronavirus, penyebab MERS (Shutterstock).

Suara.com - Arab Saudi, pada Jumat (25/4/2014) mengatakan telah menemukan 14 kasus dugaan penyebaran penyakit Middle East Respiratory Syndrome (MERS) baru dan mencatat lima kematian baru akibat penyakit mematikan tersebut di dalam wilayahnya. Dengan demikian total pengidap MERS di kerajaan itu kini berjumlah 313.

Menurut Kementerian Kesehatan kasus penyebaran MERS itu ditemukan di Ibu Kota Riyadh, Jeddah, dan Mekah dalam 24 jam terakhir. Total sudah ada 92 orang yang meninggal akibat penyakit itu di Saudi.

Dalam beberapa pekan terakhir jumlah penderita MERS naik drastis dan Jeddah menjadi kota dengan jumlah penderita terbanyak. Sebagian besar orang yang terjangkit MERS di Jeddah adalah pekerja di bidang kesehatan.

MERS, yang bisa menyebabkan batuk, demam, dan peneumonia, pertama kali muncul di Timur Tengah pada 2012 dan berasal dari keluarga yang sama dengan virus SARS yang menewaskan 800 orang sejak pertama kali muncul di Cina pada 2002.

Meningkatnya jumlah pengidap penyakit yang disebabkan oleh coronavirus itu merisaukan karena Saudi akan menjadi tuan rumah bagi jutaan jemaah haji pada Oktober mendatang.

Pekan lalu untuk pertama kalinya MERS diketahui menjangkiti dan menewaskan warga Asia Tenggara, setelah seorang warga Malaysia meninggal setelah pulang menjalani ibadah umrah dari Arab Saudi. Sementara seorang perawat asal Filipina yang baru saja kembali dari Uni Emirat Arab juga diketahui mengidap penyakit itu.

Meski penyebaran MERS di dunia termasuk rendah, tetapi fakta bahwa 40 persen dari orang yang terjangkit virus itu meninggal membuat para ilmuwan waspada.

Seorang juru bicara organisasi kesehatan dunia (WHO) di Jenewa mengatakan organisasi itu sangat risau dengan meningkatnya jumlah pengidap MERS di Arab Saudi.

"Hal ini menunjukkan kebutuhan untuk lebih banyak lagi belajar tentang virus itu, penyebarannya, dan tentang rute penyebarannya," kata dia.

Pekan lalu Raja Abdullah mencopot menteri kesehatan karena dinilai lamban mengatasi penyebaran penyakit tersebut. Kerajaan itu mengatakan mereka sudah mengundang lima produsen vaksin dunia untuk bekerja sama mengembangkan vaksin MERS. (Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

MERS CoV Tidak Ditemukan di Indonesia

MERS CoV Tidak Ditemukan di Indonesia

Health | Selasa, 22 April 2014 | 19:28 WIB

Gara-gara MERS, Arab Saudi Copot Menteri Kesehatan

Gara-gara MERS, Arab Saudi Copot Menteri Kesehatan

Health | Selasa, 22 April 2014 | 10:15 WIB

Kasus Baru MERS Terus Bermunculan

Kasus Baru MERS Terus Bermunculan

Health | Minggu, 20 April 2014 | 19:48 WIB

Virus Mematikan dari Timur Tengah Menyebar ke Asia Tenggara

Virus Mematikan dari Timur Tengah Menyebar ke Asia Tenggara

Health | Jum'at, 18 April 2014 | 19:42 WIB

Virus Mematikan Merebak di Arab Saudi

Virus Mematikan Merebak di Arab Saudi

Health | Senin, 14 April 2014 | 16:05 WIB

Terkini

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB

Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri

Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:15 WIB

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 19:00 WIB