Bir Bagus Untuk Perempuan Penderita Rematik

Esti Utami | Suara.com

Sabtu, 24 Mei 2014 | 16:13 WIB
Bir Bagus Untuk Perempuan Penderita Rematik
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Minum segelas bir beberapa kali seminggu, ternyata bisa membantu melawan rasa sakit yang disebabkan rheumatoid arthritis (rematik) pada perempuan. Demikian hasil penelitian yang dirilis di Arthritis & Rheumatism, awal Mei lalu.

"Dalam jangka panjang minum alkohol tampaknya mengurangi risiko terkena rheumatoid arthritis. Tapi minum beberapa gelas bir per minggu memiliki efek terbaik, dan menurunkan resiko hingga 31 persen," ujar Dr. Bing Lu, yang memimpin penelitian ini.

Dalam penelitiannya, Lu dan timnya memantau kebiasaan minum perempuan. Ada dua penelitian besar, penelitian pertama dimulai pada 1976, melibatkan 121.000 perawat terdaftar. Sedangkan penelitian kedua mencakup lebih dari 116,00 perawat , dan dimulai pada 1989. Para responden diminta menjawab pertanyaan tentang kesehatan dan gaya hidup setiap dua tahun, dan tentang diet, termasuk konsumsi alkohol, setiap empat tahun.

Hasilnya, minuman beralkohol berkorelasi dengan penyakit rematik pada perempuan. Tapi Lu dan timnya belum bisa menjelaskan apakah manfaat serupa juga berlaku pada laki-laki. "Kami tidak tahu, tapi rematik lebih banyak menyerang perempuan," ujarnya.

Temuan ini menguatkan hasil penelitian yang dilakukan Dr. Len Horovitz, seorang internis di Lenox Hill Hospital, New York City. "Ada korelasi antara minuman beralkohol dan mengurangi risiko rheumatoid arthritis dari waktu ke waktu," katanya sambil menambahkan korelasi tak bisa diartikan sebagai hubungan sebab akibat.

Menurut Horovitz, bagaimana alkohol dalam jumlah tertentu dapat mengurangi resiko rematik pada perempuan sangat rumit. "Melibatkan aktivitas sistem kekebalan tubuh dan faktor lainnya," ujarnya.

Penelitian yang dilakukan Dr. Daniel Arkfeld, seorang profesor kedokteran klinis di Keck School of Medicine, University of Southern California, Los Angeles, AS juga mengaitkan konsumsi alkohol dengan turunnya risiko rematik. Tetapi tak ada bir tertentu yang disarankan. "Ada dugaan alkohol dapat meningkatkan kadar estrogen yang protektif terhadap rematik," kata Arkfeld.

Baik Lu, Horovitz maupun Arkfeld mengingatkan minum bir berlebihan bukan ide yang baik. Juga tidak disarankan menggabungkan minuman beralkohol dengan obat rematik, karena akan meningkatkan risiko kerusakan  hati. Jadi para penderita rematik disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi minuman beralkohol.  (easygoodhealth.com)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

G-spot Hanya Mitos?

G-spot Hanya Mitos?

Lifestyle | Kamis, 22 Mei 2014 | 20:00 WIB

Badan Pegal, Coba Rasakan Pijat Ular Piton

Badan Pegal, Coba Rasakan Pijat Ular Piton

Health | Kamis, 22 Mei 2014 | 18:22 WIB

Lawan Penuaan dengan Terapi Ozone

Lawan Penuaan dengan Terapi Ozone

Health | Kamis, 22 Mei 2014 | 12:47 WIB

Merawat Kaki Pada Penderita Diabetes

Merawat Kaki Pada Penderita Diabetes

Health | Rabu, 21 Mei 2014 | 19:30 WIB

Menangislah, Dan Rasakan Manfaatnya

Menangislah, Dan Rasakan Manfaatnya

Health | Rabu, 21 Mei 2014 | 18:54 WIB

Studi: Obat SARS Efektif Untuk Melawan MERS

Studi: Obat SARS Efektif Untuk Melawan MERS

Health | Rabu, 21 Mei 2014 | 15:23 WIB

Cegah Stroke, Kenali Gejalanya Sejak Dini

Cegah Stroke, Kenali Gejalanya Sejak Dini

Health | Rabu, 21 Mei 2014 | 11:45 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB