Bakteri di Rumah Bisa Turunkan Risiko Asma pada Bayi

Ririn Indriani | Suara.com

Jum'at, 13 Juni 2014 | 21:03 WIB
Bakteri di Rumah Bisa Turunkan Risiko Asma pada Bayi
Ilustrasi. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Anak-anak yang sejak dini terpapar bulu binatang penyebab alergi dan berbagai jenis bakteri rumah tangga pada tahun pertama kehidupannya cenderung punya risiko lebih rendah mengalami alergi, mengi atau sesak napas, dan asma.

Menurut hasil riset para peneliti dari Johns Hopkins University dan lembaga lain di Amerika, paparan awal terhadap bakteri dan penyebab alergi tertentu justru bisa menghasilkan efek perlindungan melalui pembangunan respon kekebalan tubuh anak.

Kesimpulan ini didapat setelah para peneliti melakukan pengamatan terhadap 467 bayi baru lahir di kota Baltimore, Boston, New York dan St. Louis yang kondisi kesehatannya dilacak selama tiga tahun lebih.

Para peneliti mengunjungi rumah untuk mengukur tingkat dan jenis penyebab alergi yang ada di lingkungan yang melingkupi bayi, dan menguji reaksi alergi dan mengi secara periodik lewat pemeriksaan darah dan tusuk kulit, pemeriksaan fisik dan survei orangtua.

Selain itu para peneliti juga mengumpulkan dan menganalisis kandungan bakteri yang dikumpulkan dari rumah 104 dari 467 bayi dalam studi itu.

Hasil studi menunjukkan bahwa bayi-bayi yang tumbuh di rumah dengan bulu tikus dan kucing dan jejak kecoak pada tahun pertama kehidupannya justru memiliki tingkat mengi lebih rendah pada usia tiga tahun ketimbang anak-anak yang tidak terpapar sebab-sebab alergi ini setelah kelahiran, seperti dilansir dari Xinhua.

Efek perlindungan yang muncul pada bayi yang terpapar ketiga penyebab alergi itu, kata para peneliti, lebih tinggi dibandingkan dengan bayi yang hanya terpapar satu atau dua penyebab alergi, atau tidak sama sekali.

Secara spesifik, kejadian mengi tiga kali lebih banyak pada anak-anak yang tumbuh tanpa paparan penyebab alergi jika dibandingkan dengan anak-anak yang menghabiskan tahun pertama di rumah dengan keberadaan tiga penyebab alergi.

Selain itu bayi yang tinggal di rumah dengan lebih banyak ragam bakteri cenderung tidak mengalami reaksi alergi dan mengi pada usia tiga tahun.

Analisis lanjutan tentang efek paparan kumulatif dua bakteri dan tikus, kecoak dan bulu kucing, menunjukkan bahwa anak-anak bebas mengi dan alergi pada usia tiga tahun dengan tingkat penyebab alergi paling tinggi di rumah dan hidup dengan paparan beragam spesies bakteri di rumah.

Sebanyak 41 persen anak-anak yang bebas mengi dan alergi tumbuh di rumah dengan banyak penyebab alergi dan bakteri. Secara kontras, hanya delapan persen anak-anak yang menderita alergi dan mengi yang terpapar substansi-substansi penyebab alergi itu pada tahun pertama kehidupan mereka.

Namun efek perlindungan tersebut tidak terlihat jika kontak pertama anak dengan beberapa penyebab alergi tersebut terjadi setelah usia satu tahun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Studi: Orang Tua Tunggal Berisiko Punya Anak Obesitas

Studi: Orang Tua Tunggal Berisiko Punya Anak Obesitas

Lifestyle | Kamis, 12 Juni 2014 | 19:40 WIB

Studi: Tidur Cukup Lindungi Anak dari Obesitas

Studi: Tidur Cukup Lindungi Anak dari Obesitas

Health | Rabu, 11 Juni 2014 | 13:32 WIB

Wow, Bayi 20 Bulan Sukses Panjat Tebing Tanpa Tali

Wow, Bayi 20 Bulan Sukses Panjat Tebing Tanpa Tali

Video | Rabu, 11 Juni 2014 | 11:38 WIB

Studi: Yoga Bukan Cara Terbaik Atasi Asma

Studi: Yoga Bukan Cara Terbaik Atasi Asma

Health | Selasa, 10 Juni 2014 | 13:02 WIB

Terkini

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB