Anjing Bisa Mendeteksi Kanker?

Esti Utami

Sabtu, 28 Juni 2014 | 16:16 WIB
Anjing Bisa Mendeteksi Kanker?
Ilustrasi anak anjing. (freedigitalphotos)

Suara.com - Emilie Clark menemukan Mia, seekor anak anjing berumur 12 minggu, lima tahun lalu. Saat mengangkatnya menjadi teman, Emilie berharap Mia bisa menjadi asisten untuk mengatasi masalah kesehatan yang dihadapinya.  Sejak lahir, Emilie mengalami kelainan jantung yang dalam bahasa medis disebut ventricular tachycardia. Tetapi, Emilie tidak mendapatkan perawatan sebagaimana seharusnya.

Hingga satu hari ia pingsan, dan harus dilarikan ke rumah sakit. Saat usianya menginjak 19 tahun, Emilie kehilangan pendengaran. Namun hal ini tidak berkaitan dengan kelainan yang dideritanya.  "Saat itu saya sedang kuliah untuk menjadi seorang dokter hewan, sehingga gagasan memiliki asisten seekor anjing sangat menarik. Apalagi saya cinta binatang," ujarnya.

Teorinya, Mia akan memberi tahu Emilie ketika telepon berdering atau ketika denyut jantungnya  menjadi lebih cepat dan harus minum obat darurat. Emilie berharap secara naluriah Mia dan saya berbagi ketika kita bertemu berarti dia akan cocok.

"Dia memenuhi syarat menjadi asisten sebelum ulang tahunnya yang kedua. Mia belajar untuk mengingatkan saya sebelum aritmia saya mulai dengan membuat lengkingan sambil melompat ke arah saya," jelas Emilie.

Mia menempatkan kakinya di kaki Emilie untuk memberitahu telepon berdering. Suatu malam di bulan November 2011, Mia dan Emilie sedang berada di depan komputer. Tiba-tiba Mia melompat ke pangkuan Emilie dan menciumi payudara kirinya. "Dia menutup matanya dan menjilat marah. Itu membuatku takut karena itu juga yang dia lakukan ketika saya memiliki luka di tubuh saya," papar Emilie.

Mia terus menatap tuannya, lekat-lekat seolah mengingatkan ada sesuatu yang tidak beres. Sepanjang malam itu Mia berusaha untuk melompat ke pangkuan Emilie dan cenderung memusatkan perhatiannya ke daerah yang dianggapnya bermasalah.

Keesokan harinya, Emilie mengunjungi dokter pribadinya untuk menanyakan kemungkinan dilakukan  USG atau mammogram. Dan dari hasil ultrasonografi yang dilakukan pekan itu juga, terkonfirmasi adanya kanker payudara stadium dua.

Sulit dipercaya memang, bahkan para ilmuwan pun tak tahu bagaimana seekor anjing bisa memiliki kemampuan diagnostik seperti ini. Mereka kini tengah meneliti bagaimana anjing memiliki kemampuan diagnostik ini, sehingga manusia bisa memanfaatkannya.

Yang pasti, sebuah yayasan di Ingris, Medical Detection Dogs telah melatih anjing untuk mengendus kanker. Dan kegiatan ini  didukung oleh Cancer Research UK. (The Guardian)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Begini Cara Mendeteksi Dini Kanker Payudara

Begini Cara Mendeteksi Dini Kanker Payudara

Health | Minggu, 22 Juni 2014 | 05:25 WIB

80 Persen Kanker Payudara Tanpa Rasa Sakit

80 Persen Kanker Payudara Tanpa Rasa Sakit

Health | Selasa, 03 Juni 2014 | 17:17 WIB

Layanan Gratis bagi Anak Penderita Kanker

Layanan Gratis bagi Anak Penderita Kanker

Health | Senin, 26 Mei 2014 | 13:02 WIB

Terkini

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB