Brasil Kalah Telak, Serangan Jantung Diprediksi Meningkat

Ririn Indriani | Suara.com

Rabu, 09 Juli 2014 | 19:38 WIB
Brasil Kalah Telak, Serangan Jantung Diprediksi Meningkat
Pelatih timnas Brasil, Luiz Felipe Scolari menyaksikan timnya dibantai Jerman 7-1 (9/7) [Reuters/Ruben Sprich].

Suara.com - Rasanya setengah tidak percaya dan seperti mimpi rasanya ketika Brasil kalah telak dari Jerman di semifinal piala dunia 2014 dengan skor 7-1.

Kekalahan ini merupakan tamparan keras bagi Brasil baik untuk tim nasionalnya maupun rakyatnya karena terjadi di kandang sendiri.

Dokter Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB,FINASIM dari FKUI-RSCM berpendapat bahwa kekalahan telak di semifinal akan membawa dampak kepada masyarakat Brasil.

Akibat kekalahan ini, ia memprediksi, serangan jantung akan meningkat di Brasil, terutama pada orang-orang yang berusia 40 tahun ke atas.

"Stres dan rasa kecewa yang berlebihan dan tidak sesuai harapan, lebih-lebih berlangsung secara cepat akan membawa dampak dan menjadi faktor risiko terjadinya serangan jantung dan stroke pada masyarakat," jelasnya dalam surat elektroniknya yang diterima suara.com di Jakarta, Rabu (9/7/2014).

Serangan jantung karena penyakit jantung koroner, lanjut Ari, bisa muncul dengan gejala berupa nyeri dada. Biasanya nyeri menjalar ke tangan kiri dan tembus ke belakang dada.

"Nyeri dada seperti ditekan dan berlangsung lebih dari 10 menit. Selain nyeri dada, pasien bisa mengalami sesak napas, sesak napas akan bertambah jika naik tangga atau latihan yang keras atau karena stres," imbuhnya.

Apa yang diprediksikannya ini, kata Ari, didasarkan fakta dan bukti klinis sebelumnya, seperti satu laporan penelitian pada salah satu jurnal ilmiah kedokteran Brasil (Arquivos Brasileiros de Cardiologi) pada 2013.

Penelitian yang dilakukan oleh Borges dan kawan-kawan dari Fakultas Kedokteran Universitas Sao Paolo, Brasil itu menyebutkan bahwa penyakit jantung koroner merupakan penyebab utama kematian di Brasil dan serangan jantung sebagai manifestasi utama penyakit jantung koroner meningkat, selama berlangsungnya piala dunia.

Penelitian Selama 4 Piala Dunia
Penelitian ini dilakukan selama empat piala dunia 1998, 2002, 2006 dan 2010. Pada pengamatan empat piala dunia tersebut ternyata terjadi peningkatan serangan jantung pada setiap pertandingan Brasil di piala dunia.

Penelitian dengan cara observasi ini dilakukan dengan melihat data dari sistim informasi rumah sakit kementerian kesehatan Brasil.

"Dari 469.679 pasien yang dirawat karena serangan jantung, ternyata 155.592 (33,1 persen) kasus serangan jantung tersebut terjadi selama pertandingan piala dunia periode Mei dan Agustus," jelas Ari.

Dari penelitian ini didapat bahwa pada pertandingan piala dunia, terjadi peningkatan kasus serangan jantung yang  sampai dirawat dirumah sakit sebesar 9-16 persen. Namun serangan jantung yang meningkat tidak meningkatkan terjadinya kematian.

Pada penelitian ini juga terungkap bahwa ternyata kemenangan pun tetap meningkatkan kejadian serangan jantung. Hal ini terjadi pada 2002 ketika Brasil menjadi juara piala dunia tetap terjadi peningkatan serangan jantung.

Ari berharap kekalahan telak Brasil ini tidak menjadi pencetus serangan jantung fans sepak bola Brasil di Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Brasil Kalah Telak, Ini Komentar Pelatih Argentina

Brasil Kalah Telak, Ini Komentar Pelatih Argentina

Bola | Rabu, 09 Juli 2014 | 14:11 WIB

 Jerman Menang 7-1, Mueller Kehilangan Kata-kata

Jerman Menang 7-1, Mueller Kehilangan Kata-kata

Bola | Rabu, 09 Juli 2014 | 13:29 WIB

Duka Brasil Dilibas Jerman

Duka Brasil Dilibas Jerman

Bola | Rabu, 09 Juli 2014 | 07:26 WIB

10 Data-Fakta Menarik dari Laga Brasil vs Jerman

10 Data-Fakta Menarik dari Laga Brasil vs Jerman

Bola | Rabu, 09 Juli 2014 | 06:58 WIB

Terkini

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 22:10 WIB

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 15:07 WIB

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Health | Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:00 WIB

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Health | Kamis, 30 April 2026 | 18:40 WIB

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:49 WIB

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:38 WIB

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Health | Kamis, 30 April 2026 | 10:50 WIB

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Health | Kamis, 30 April 2026 | 06:08 WIB

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Health | Rabu, 29 April 2026 | 23:16 WIB

Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat

Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat

Health | Rabu, 29 April 2026 | 19:41 WIB