Berkat Minyak Ganja, Lelaki Ini Terbebas Dari Kanker Hati

Esti Utami | Suara.com

Rabu, 23 Juli 2014 | 14:45 WIB
Berkat Minyak Ganja, Lelaki Ini Terbebas Dari Kanker Hati
Ilustrasi daun ganja. (sumber: Wikipedia)

Suara.com - Pada 2009, Mike (63) didiagnosa menderita kanker hati dan harus menjalani transplantasi. Transplantasi berjalan lancar, tetapi pada akhir 2012, sel-sel kanker kembali menghampiri hati Mike. Dalam kondisi putus asa, laki-laki asal Sussex, Inggris ini mencoba mencari tahu tentang kemungkinan pengobatan alternatif. Dan dari internet ia mendapatkan informasi mengenai manfaat minyak ganja untuk  melawan kanker.

“Menyadari saya bisa mati karena penyakit ini, mendorong saya untuk mencari jalan yang bisa menyelamatkan saya,  hingga saya menemukan sesuatu yang mengejutkan," ujarnya.

Ia memutuskan mencobanya dan mengklaim tiga hari setelah menggunakan barang terlarang ini, rasa sakitnya berangsur berkurang. Tapi dua minggu kemudian ia batuk darah, yang  diyakininya sebagai sel kanker yang telah mati. Untuk memastikan, lantas kakek  sembilan cucu ini menjalani biopsi di Royal Free Hospital in London, dan dokter mengatakan padanya sel kankernya telah 'lenyap'.

Royal Free Hospital juga menyebutkan Mike tak lagi  menjalani perawatan kanker setelah menjalani transplantasi  hati pada 2009.  "Saya laki-laki normal dan tidak mengonsumsi obat terlarang dan saya sakit serius. Saya tidak percaya minyak ganja akan
menyelamatkan hidup saya," tambahnya.

Mike mengaku membeli minyak ganja dari pasar gelap, karena di Inggris ganja termasuk obat yang dilarang. Ia kini sedang
mengampanyekan legalisasi ganja untuk pengobatan. Menurutnya obat ini sangat menakjubkan, sehingga NHS perlu mempertimbangkan untuk memanfaatkan ganja untuk pengobatan.

Klaim Mike menguatkan hasil penelitian Universitas East Anglia yang dirilis pekan lalu. Penelitian itu mengungkap zat psychoaktif tetrahydrocannabinol (THC) yang terkandung dalam ganja dapat membantu memerangi pertumbuhan sel kanker.

“THC mengandung zat anti kanker. Senyawa ini dikenal untuk bertindak melalui keluarga tertentu dari sel reseptor. Ini temuan penting untuk memerangi tumor," ujar Dr Peter  McCormick, anggota tim penelitian.

Sementara hasil penelitian sejumlah lembaga, termasuk Pusat Riset Kanker Inggris mengungkap Cannabinoid (obat yang
menggunakan ganja) bisa mempengaruhi kerja otak dan jaringan syaraf, proses metabolisme tubuh, fungsi hati dan sistem
kekebalan tubuh. Tampaknya masih butuh perjuangan untuk memasukkan ganja ke dalam daftar obat legal.  (express.co.uk)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

1 dari 600 Anak Rentan Terserang Kanker

1 dari 600 Anak Rentan Terserang Kanker

Health | Selasa, 22 Juli 2014 | 07:36 WIB

Studi: Makanan Organik Bisa Cegah Kanker

Studi: Makanan Organik Bisa Cegah Kanker

Health | Senin, 14 Juli 2014 | 07:07 WIB

Manfaat Akupunktur, Dari Atasi Sakit Kepala Hingga Kanker

Manfaat Akupunktur, Dari Atasi Sakit Kepala Hingga Kanker

Health | Senin, 07 Juli 2014 | 08:56 WIB

Anjing Bisa Mendeteksi Kanker?

Anjing Bisa Mendeteksi Kanker?

Health | Sabtu, 28 Juni 2014 | 16:16 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB