Berdamai Dengan Kegagalan di Masa Lalu

Esti Utami

Minggu, 27 Juli 2014 | 15:34 WIB
Berdamai Dengan Kegagalan di Masa Lalu
Ilustrasi (Foto: shutterstock)

Suara.com - Kemarahan dan penyesalan akan masa lalu sering jadi penghalang langkah seseorang mencapai kebahagiaan. Padahal pengalaman pahit di masa lalu, bisa disalurkan untuk mencapai sukses. yang perlu dilakukan adalah membangun perspektif waktu dan memegang nilai yang paling berharga dalam hidup di setiap langkah kita.

Jika kita berpikir positif tentang masa lalu, lalu menemukan cara untuk menikmati saat ini tanpa mengorbankan masa depan kita, dan secara rutin membuat langkah-demi-langkah rencana untuk perbaikan, maka keseimbangan dan fleksibilitas yang terbaik bisa dicapai.

Membuat yang terbaik dari masa lalu
Alih-alih tenggelam pada kegagalan masa lalu, lebih baik menyalurkan penyesalan, rasa marah atau malu akan kegagalan  di masa lalu ke dalam tindakan positif. Jadi mulailah mengidentifikasi tujuan dan memulai misi untuk mengompensasi kegagalan di masa lalu. Gunakan emosi yang menyakitkan sebagai bahan bakar untuk memotivasi diri. Jika Anda tidak bisa mengabaikan masa lalu, jangan segan meminta bantuan psikolog.

Meraih yang terbaik dari Anda saat ini
Benamkan diri pada kegiatan bermanfaat yang menyita perhatian, seperti membaca atau memasak, ketimbang melarikan diri pada kesenangan pasif seperti TV dan alkohol. Dengan membuat diri aktif akan membuat perasaan yang baik bertahan lebih lama.
Cari lebih banyak waktu untuk kegiatan yang menghasilkan apa oleh para psikolog disebut 'menyerap' aliran yang sangat menyenangkan dan produktif. Ini akan meningkatkan kemampuan dan memberikan energi positif. Menari, olahraga dan kegiatan kreatif lainnya akan mampu menghadirkan pengalaman aliran.

Meraih yang terbaik untuk masa depan Anda
Belajarlah untuk bersikap optimis, yang berarti percaya bahwa masa depan dapat ditingkatkan melalui tindakan konstruktif. Ini akan memberi kontrol sekaligus pemberdayaan atas masa depan Anda, dan meminimalkan kekhawatiran picik dan keraguan tentang ketidakpastian tentang apa yang akan terjadi. Dengan percaya memiliki masa depan yang positif, benar-benar akan meningkatkan kemungkinan untuk menggapainya.

Jangan menaruh telur dalam satu keranjang.
Fokus mengejar satu tujuan dapat menyebabkan kecemasan atau kekecewaan. Sebaliknya, mengidentifikasi sejumlah tujuan yang menarik dan memotivasi diri dalam pekerjaan dan kehidupan pribadi, sehingga jika salah satu tidak bekerja, Anda selalu dapat mengalihkan perhatian pada yang lain. (psychologies.co.uk)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mengenal Lebih Dekat Sifat Pemalu

Mengenal Lebih Dekat Sifat Pemalu

Lifestyle | Jum'at, 13 Juni 2014 | 09:46 WIB

Tips Mengatasi Sifat Pemalu Saat di Pesta

Tips Mengatasi Sifat Pemalu Saat di Pesta

Lifestyle | Rabu, 11 Juni 2014 | 09:33 WIB

Terkini

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Health | Senin, 06 Juli 2026 | 16:40 WIB

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Health | Sabtu, 04 Juli 2026 | 14:00 WIB

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:05 WIB

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:18 WIB

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:46 WIB

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:42 WIB

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:13 WIB

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:35 WIB

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

×