Kesaksian Dari Pasien Ebola yang Berhasil Sembuh

Esti Utami

Kamis, 11 September 2014 | 06:17 WIB
Kesaksian Dari Pasien Ebola yang Berhasil Sembuh
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Dengan cetak kursif yang mengesankan dan tanda tangan resmi, dokumen dari otoritas kesehatan Nigeria itu tampak seperti ijazah universitas. Padahal sertifikat itu menyatakan Dennis Akagha telah "sembuh" dari Ebola, salah satu penyakit paling mematikan di dunia.

Namun "Sertifikat Discharge" itu juga sebagai pengingat bagaimana Akagha harus kehilangan tunangannya, rencana pernikahan mereka, anak mereka yang belum lahir dan pekerjaannya hanya dalam beberapa minggu. Semua karena virus Eboloa yang telah melanda Afrika Barat, termasuk Nigeria.

"Ini kesaksian dari seseorang yang berhasil sembuh dari Ebola. Yang saya tahu adalah, aku akan hidup normal," ujar Akagha, yang kini berumur 32 tahun, kepada Reuters di rumahnya yang sederhana di lingkungan Okota, Lagos yang ramai.

Nigeria termasuk salah satu negara yang dilanda Ebola, meski tak seburuk negara tetangganya.

Wabah Ebola yang disebut terburuk sepanjang sejarah telah menewaskan hampir 2.300 orang, sebagian besar di Liberia, Sierra Leone dan Guinea.

Sejauh ini, hanya tujuh dari 19 kasus dikonfirmasi Ebola di Nigeria yang meninggal. Di antara korban meninggal itu tercatat nama Justina Ejelonu, tunangan Akagha yang meninggal pada 14 Agustus di Lagos. Justina tertular Ebola dari laki-laki Liberia-Amerika yang dirawatnya.

Ebola menyebar melalui cairan tubuh penderita. Akagha cenderung diselamatkan meski sempat tersiksa  oleh muntah, diare dan pendarahan di tahap akhir penyakit.

Dia sempat dirawat beberapa hari di pusat pengobatan Lagos sebelum dinyatakan bebas Ebola. Ia menyebut kejadian ini sebagai sebuah "keajaiban".

"Jika saya bisa bertahan, orang lain juga bisa hidup. Saya ingin memastikan negara yang memiliki masalah dengan Ebola, saya ingin membiarkan mereka tahu bahwa Ebola bukanlah hukuman mati," ujarnya.

Akagha percaya kasus-kasus seperti itu dapat memberi harapan dengan menunjukkan kematian tidak terelakkan bagi mereka yang jatuh sakit. Ketakutan telah menyebabkan banyak pasien Ebola di Afrika Barat untuk menyembunyikan dan menghindari pengobatan sehingga justru menyebabkan penyebaran virus Ebola meluas.

Ia menekankan pentingnya masyarakat diberi tahu tentang Ebola. "Saya merasa bahkan wanita pasar harus tahu apa Ebola itu," katanya. (Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Liberia Terancam Punah karena Ebola

Liberia Terancam Punah karena Ebola

Health | Rabu, 10 September 2014 | 19:18 WIB

WHO: Bakal Muncul Ribuan Kasus Baru Ebola di Liberia

WHO: Bakal Muncul Ribuan Kasus Baru Ebola di Liberia

News | Selasa, 09 September 2014 | 05:23 WIB

Ditemukan, Vaksin Ebola yang Efektif Melindungi Monyet Hingga 10 Bulan

Ditemukan, Vaksin Ebola yang Efektif Melindungi Monyet Hingga 10 Bulan

Health | Senin, 08 September 2014 | 00:33 WIB

Tangani Ebola, Negara Ini Larang Warga Keluar Rumah

Tangani Ebola, Negara Ini Larang Warga Keluar Rumah

News | Sabtu, 06 September 2014 | 18:22 WIB

WHO Dukung Terapi Darah Untuk Obati Ebola

WHO Dukung Terapi Darah Untuk Obati Ebola

Health | Sabtu, 06 September 2014 | 15:11 WIB

Ebola Mengganas, Sierra Leone Karantina Negara 4 Hari

Ebola Mengganas, Sierra Leone Karantina Negara 4 Hari

Health | Sabtu, 06 September 2014 | 08:09 WIB

Terkini

Bedah Buku Herbert Feith, Bonnie Triyana Pertanyakan Kondisi Demokrasi Indonesia

Bedah Buku Herbert Feith, Bonnie Triyana Pertanyakan Kondisi Demokrasi Indonesia

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 11:09 WIB

Jadi Satu-satunya di Asia Tenggara, Konser Kanye West di Jakarta Dipadati Bule

Jadi Satu-satunya di Asia Tenggara, Konser Kanye West di Jakarta Dipadati Bule

Entertainment | Minggu, 25 Oktober 2026 | 11:02 WIB

Stok Beras Bulog Jabar Capai 623,9 Ribu Ton, Aman hingga Panen Raya 2027

Stok Beras Bulog Jabar Capai 623,9 Ribu Ton, Aman hingga Panen Raya 2027

Jabar | Minggu, 25 Oktober 2026 | 11:01 WIB

Isu Tokoh Oposisi Temui Dubes Singapura Viral, Gerindra Turun Tangan

Isu Tokoh Oposisi Temui Dubes Singapura Viral, Gerindra Turun Tangan

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 11:01 WIB

Polda Metro Jaya Bidik Akar Narkoba di Kampung Ambon Lewat Bedah Rumah

Polda Metro Jaya Bidik Akar Narkoba di Kampung Ambon Lewat Bedah Rumah

Jakarta | Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:49 WIB

PAN Belum Bahas Pemakzulan Gibran, PKS Mulai Jajaki Sikap Fraksi Lain di DPR

PAN Belum Bahas Pemakzulan Gibran, PKS Mulai Jajaki Sikap Fraksi Lain di DPR

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:49 WIB

Indonesia dan Tiga Krisis: BBM, Air Bersih, dan Integritas

Indonesia dan Tiga Krisis: BBM, Air Bersih, dan Integritas

Your Say | Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:45 WIB

Titik Api Tak Terdeteksi, Petugas Fokus Dinginkan Tiga Blok Gunung Ciremai

Titik Api Tak Terdeteksi, Petugas Fokus Dinginkan Tiga Blok Gunung Ciremai

Jabar | Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:41 WIB

Kredit Baru Diprediksi Naik, Industri Pengolahan Jadi Sektor Prioritas Perbankan

Kredit Baru Diprediksi Naik, Industri Pengolahan Jadi Sektor Prioritas Perbankan

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:35 WIB

Delegasi ARLI ke China, Bahas Masa Depan Industri Rumput Laut Indonesia

Delegasi ARLI ke China, Bahas Masa Depan Industri Rumput Laut Indonesia

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:30 WIB

×