Pasien Kanker Otak Ini Tetap Sadar Saat Operasi Berlangsung

Ririn Indriani

Kamis, 18 September 2014 | 17:13 WIB
Pasien Kanker Otak Ini Tetap Sadar Saat Operasi Berlangsung
Kondisi Laura Fischer Beards setelah menjalabni operasi radikal pengangkatan tumor otak. (Sumber: Mirror)

Suara.com - Seorang ibu harus tetap terjaga selama operasi otak yang bisa menyelamatkan hidupnya.

Brit Laura Fischer-Beards (39), terbang ke Chicago, Amerika Serikat (AS) untuk menjalani operasi radikal pengangkatan tumor otak.

Saat operasi tersebut berlangsung, ibu tiga anak ini tetap dalam kondisi terjaga agar dokter tetap bisa memeriksa otaknya bekerja normal. Sebelumnya, dokter di Inggris yang menanganinya memprediksi bahwa Laura bisa bertahan hidup hanya tiga sampai 12 bulan.

Paramedis di Birmingham dan London mengatakan bahwa bentuk tumornya itu mirip jaring laba-laba yang menutupi otaknya sehingga tidak bisa dioperasi.

Inilah yang menyebabkan paramedis menyarankan untuk mengelola kondisinya dengan kemoterapi dan radioterapi sebagai gantinya, demikian seperti dilansir dari Birmingham Mail.

Namun upaya kemoterapi intensif dan biopsi yang menyebabkan perdarahan pada otak Laura dan menyebabkannya lumpuh sementara, ternyata gagal untuk memperlambat pertumbuhan tumornya.

Jadi, dia memilih untuk melakukan operasi radikal yang disebut operasi "awake craniotomy with mapping" yang bisa memperpanjang hidupnya hingga 15 tahun.

Hal ini terbukti sukses dan tumor telah berhasil diangkat. Kini kondisi Laura telah pulih di rumah sakit dan diperkirakan akan segera kembali ke Inggris.

Operasinya itu tidak diasuransikan sehingga keluarganya harus mengeluarkan biaya sebesar 80.000 pound sterling atau sekitar Rp1,5 miliar lebih.

Laura, dari Berkswell, dekat Solihull, mengakui operasi, yang dilakukan di Chicago, merupakan pilihan terakhir setelah dokter di Inggris menyerah.

"Saya tidak bisa menyerah ketika saya memiliki tiga anak yang membutuhkan saya. Siapa pun dalam posisi saya pasti akan melakukan hal yang sama dan berjuang sekeras yang mereka bisa untuk tetap hidup," jelasnya.

Bagi Laura, itu merupakan risiko yang harus dihadapinya. "Saya benar-benar takut karena harus tetap terjaga selama operasi berlangsung sehingga mereka bisa memeriksa otak saya berfungsi normal. Tapi saya tetap harus melakukannya agar bisa bertahan hidup." (Mirror)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sempat Diderita Epy Kusnandar, Berapa Lama Orang dengan Kanker Otak Bisa Bertahan Hidup?

Sempat Diderita Epy Kusnandar, Berapa Lama Orang dengan Kanker Otak Bisa Bertahan Hidup?

Lifestyle | Rabu, 03 Desember 2025 | 19:25 WIB

6 Penyebab Kanker Otak, Penyakit yang Sempat Diderita Epy Kusnandar Sebelum Meninggal Dunia

6 Penyebab Kanker Otak, Penyakit yang Sempat Diderita Epy Kusnandar Sebelum Meninggal Dunia

Lifestyle | Rabu, 03 Desember 2025 | 19:00 WIB

Bukan Fiksi, Film Ini Tampilkan Perjuangan Nyata Melawan Tumor Otak

Bukan Fiksi, Film Ini Tampilkan Perjuangan Nyata Melawan Tumor Otak

Health | Senin, 28 Juli 2025 | 21:01 WIB

Jadi Penyebab Kematian Terbanyak di Indonesia, Kenali Tanda Kanker Otak di Setiap Anggota Tubuh

Jadi Penyebab Kematian Terbanyak di Indonesia, Kenali Tanda Kanker Otak di Setiap Anggota Tubuh

Lifestyle | Kamis, 22 Mei 2025 | 18:03 WIB

Ketahui Faktor Genetik dan Lingkungan yang Bisa Meningkatkan Risiko Kanker Otak

Ketahui Faktor Genetik dan Lingkungan yang Bisa Meningkatkan Risiko Kanker Otak

Health | Kamis, 21 November 2024 | 17:40 WIB

Penemuan Baru! WHO Sebut Radiasi HP Tak Berkaitan dengan Kanker Otak, Ini Penjelasannya

Penemuan Baru! WHO Sebut Radiasi HP Tak Berkaitan dengan Kanker Otak, Ini Penjelasannya

Tekno | Jum'at, 06 September 2024 | 13:02 WIB

Remaja 12 Tahun Sengaja Top Up Game Online Pakai Uang Pengobatan Kanker Ayahnya

Remaja 12 Tahun Sengaja Top Up Game Online Pakai Uang Pengobatan Kanker Ayahnya

Health | Kamis, 01 September 2022 | 07:30 WIB

Sempat Dikira Menopause, Ibu Empat Anak Ini Divonis Cuma Punya Waktu Hidup Empat Minggu Gegara Kanker Otak

Sempat Dikira Menopause, Ibu Empat Anak Ini Divonis Cuma Punya Waktu Hidup Empat Minggu Gegara Kanker Otak

Health | Senin, 15 Agustus 2022 | 13:08 WIB

Terpopuler Kesehatan: Sakit Kepala Malam Hari Gejala Kanker Otak, Tanggapan Ketua IDI Soal Vaksin Covid-19 Rutin

Terpopuler Kesehatan: Sakit Kepala Malam Hari Gejala Kanker Otak, Tanggapan Ketua IDI Soal Vaksin Covid-19 Rutin

Health | Senin, 04 Juli 2022 | 21:15 WIB

7 Gejala Kanker Otak yang Biasanya Diabaikan, Salah Satunya Sakit Kepala di Malam Hari

7 Gejala Kanker Otak yang Biasanya Diabaikan, Salah Satunya Sakit Kepala di Malam Hari

Health | Senin, 04 Juli 2022 | 07:28 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:39 WIB

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:29 WIB

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Jabar | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:08 WIB

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:01 WIB

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Potensi RI Punya 89 Ribu Ton Uranium, BRIN Paparkan Ambisi Nuklir ke Prabowo

Potensi RI Punya 89 Ribu Ton Uranium, BRIN Paparkan Ambisi Nuklir ke Prabowo

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

×