8 Penyakit yang Ditandai Kesemutan dan Rasa Kebas

Esti Utami | Suara.com

Jum'at, 26 September 2014 | 21:03 WIB
8 Penyakit yang Ditandai Kesemutan dan Rasa Kebas
Ilustrasi (shutterstock)

Suara.com - Banyak orang sering mengalami mati rasa atau kesemutan. Jika Anda termausk yang merasakan itu, jangan diabaikan. Karena tak hanya menggangu, kesemutan atau rasa kebas juga bisa menjadi pertanda ada yang salah dengan kesehatan Anda.

"Secara umum, itu sering etrjadi ketika posisi tubuh yang aneh. Tapi kadang-kadang bisa menjadi tanda bahwa ada masalah mendasar yang lebih serius," kata Tim Allardyce, ahli fisioterapis.  Apalagi jika gejala itu sering dirasakan, maka itu saatnya untuk berkonsultasi dengan dokter Anda.

Dan berikut sejumlah penyakit yang bisa dideteksi dari rasa kesemutan atau rasa kebas pada bagian tubuh tertentu:

1. Fibromyalgia
Ini mempengaruhi kehidupan jutaan orang Inggris. "Fibromyalgia adalah satu kondisi di mana seseorang terlalu peka pada beberapa hal, seperti kebisingan, cahaya dan rasa sakit," kata Pam Stewart, ketua Asosiasi Fibromyalgia  Inggris.

Kondisi ini terutama mempengaruhi perempuan berusia di atas 40 tahun, dan dan gejala umum yang dirasakan adalah kesemutan. Jika Anda merasakan ini berkembang menjadi nyeri berlebihan, kelelahan dan kehilangan memori, segera  temui dokter Anda.

2. Carpal tunnel syndrome
Di sinilah saraf median diperas saat melewati pergelangan tangan dan ini lebih mempengaruhi perempuan ketimbang laki-laki. Hal ini menyebabkan rasa sakit dan mati rasa di tangan.

"Sebuah pekerjaan atau hobi yang diulang tekanan pada saraf -seperti penggunaan keyboard yang berlebihan- meningkatkan risiko penyakit ini," jelas Tim sambil menambhakan hal ini terjadi karena gerakan berulang-ulang itu akan mempengaruhi ibu jari dan tiga jari tengah. Dokter mungkin akan menyarankan suntikan steroid, pembedahan atau merujuk Anda ke fisioterapis untuk pengobatan lebih lanjut.

3. Multiple sclerosis
Mati rasa adalah salah satu tanda awal seseorang yang mengalami gangguan tulang belakang ini. Gejala awal, biasanya mempengaruhi lengan, kaki atau wajah.

"Hal ini terjadi karena beberapa saraf tidak mentransmisi sinyal dengan benar," kata Dr Sorrel Bickley dari MS Society. Sorrel menambahkan penderita juga bisa merasakan kesemutan atau sensasi terbakar.

4. Skiatika
Setiap iritasi pada saraf sciatic, yang terjadi dari punggung bawah ke kaki Anda, akan menyebabkan nyeri di kaki.
"Hal ini akan menyebabkan mati rasa di hamstring, sisi kaki, tumit atau jempol kaki," ujar Tim.

5. Kehamilan/menopause
"Perempuan sering mengeluh kesemutan di tangan dan kaki mereka selama perubahan  hormonalnya, seperti pada awal kehamilan atau menopause," kata Dr Elaine GP Tickle.  Kehamilan dapat membuat wanita rentan mengalami kesemutan akibat retensi cairan yang dapat menekan saraf.

6. Diabetes.
"Rasa seperti tertusuk jarum, terutama di kaki dan kaki, adalah tanda diabetes tipe 2," kata Libby Dowling, penasehat klinis untuk Diabetes UK. Diabetes menyebabkan kerusakan saraf, yang menciptakan sensasi ini. Gejala lain termasuk haus yang berlebihan, kelelahan dan penglihatan kabur. "

7. Neuropati perifer.
Ini adalah kondisi yang disebabkan oleh obat-obatan atau racun.  "Saya melihat ini pada pasien kanker yang telah menjalani kemoterapi. Tak ada pengobatan yang efektif. Penderita hanya bisa menahannya sampai selesai menjalani seluruh proses pengobatan," kata Tim.

8. Kecemasan.
"Kecemasan dapat menyebabkan orang hiperventilasi, yang mengubah keasaman darah mereka dan menyebabkan kesemutan di jari, jari kaki dan bibir," kata Elaine. (dailyrecord.co.uk)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sepatu Hak Tinggi Bisa Sebabkan Kerusakan Saraf

Sepatu Hak Tinggi Bisa Sebabkan Kerusakan Saraf

Lifestyle | Kamis, 05 Juni 2014 | 18:41 WIB

Bercinta Bisa Tingkatkan Kecerdasan Otak

Bercinta Bisa Tingkatkan Kecerdasan Otak

Lifestyle | Jum'at, 28 Februari 2014 | 00:21 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB