Rekan Terduga Ebola Lolos Pemeriksaan WHO

Esti Utami

Sabtu, 01 November 2014 | 19:22 WIB
Rekan Terduga Ebola Lolos Pemeriksaan WHO
Petugas kesehatan sedang menjalani sesi latihan penanganan Ebola di Marseille, Appen (23/10). (Reuters/Fabian Bimmer)

Suara.com - Sejumlah rekan kerja Muk, pasien terduga ebola yang kini dirawat di RSUD Dr Sudono, Madiun, menyatakan sudah menjalani tes medis secara berlapis dari organisasi kesehatan dunia (WHO) sehingga dinyatakan sehat.

Muk dan 34 rekan lainnya asal Indonesia menjadi TKI sejak Maret 2014 untuk perusahaan kayu asal Malaysia di Buchanan Monrovia, Liberia. Mereka dipulangkan dari Liberia oleh Pemerintah Republik Indonesia dan PBB untuk mencegah penyebaran virus ebola.

Rekan kerja Muk, Kuncoro Sunyoto, warga Gemarang, Kabupaten Madiun, Sabtu (1/11/2014), mengatakan ia dan para TKI lainnya telah menjalani serangkai tes kesehatan untuk memastikan tidak terinfeksi ebola sebelum pulang ke Indonesia.

"Saya menjalani tes medis sebanyak enam kali saat akan keluar dari hutan menuju ke kota. Kemudian, dua kali tes medis saat akan keluar dari Liberia," ujar Kuncoro kepada wartawan.

Saat perjalanan pulang ke Tanah Air, ia kembali menjalani tes medis sebanyak dua kali di Bandara Casablanca, Maroko, dan satu kali tes medis di Abu Dhabi, Qatar.

"Terakhir, saya kembali menjalani tes kesehatan di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Beberapa kali tes tersebut hasilnya sehat. Buktinya kami diperbolehkan pulang dan tidak dikarantina," ungkapnya.

Menurut dia, selama bekerja, Muk memang pernah sakit, yakni sakit malaria. Meski demikian, ia ragu jika Muk terkena ebola. Sebab, jika positif ebola, ia akan langsung dikarantina oleh WHO saat masih berada di Liberia dan tidak diizinkan kembali sebelum membaik.

Rekan kerja Muk lainnya, Prasetyo mengatakan, dalam pemulangan ke Tanah Air tersebut, pemulangan dilakukan dalam dua gelombang.

"Gelombang pertama dipulangkan sebanyak lima orang yang dipulangkan pada dari Liberia pada tanggal tanggal 13 Oktober lalu," tutur Prasetyo.

Sedangkan gelombang kedua dipulangkan sebanyak 29 orang pada tanggal 22 Oktober lalu. Terdapat delapan TKI asal Madiun yang ikut bekerja di Liberia. Mereka berharap kondisi Muk segera membaik dan segera pulang ke rumah.

Muk, pasien terduga terjangkit virus ebola, hingga saat ini masih dirawat di RSUD dr Seodono Madiun. Kondisinya tergolong stabil, meski jumlah trombositnya menurun dan mengalami gangguan fungsi ginjal. Sebelum dipulangkan ke Tanah Air, Muk mengalami demam dan sempat dikarantina di Liberia selama sepekan. Sepulang ke Indonesia, Muk juga sempat dikarantina di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, namun hanya sehari dan akhirnya pulang ke Madiun.

Setelah lima hari berada di kampung halamannya, ia kembali demam hingga akhirnya dirujuk ke RSUD dr Soedono.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Uganda Konfirmasi Wabah Ebola Usai Satu Pasien Meninggal Dunia

Uganda Konfirmasi Wabah Ebola Usai Satu Pasien Meninggal Dunia

News | Selasa, 20 September 2022 | 19:02 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×