Suara.com - Ada harapan baru bagi para penderita penyakit liver.
Seperti dipublikasikan di jurnal "The Lancet", sebuah uji klinis obat yang dilakukan di Amerika Serikat menunjukkan hasil positif untuk mengobati penyakit yang menyerang hati ini.
Orang dengan perlemakan hati non-alkoholik (NASH) yang diobati dengan obeticholic acid (OCA) menunjukkan peningkatan kesehatan pada hati, termasuk penurunan peradangan dan lemak di hati.
Orang yang mengonsumsi obat jenis ini diketahui juga mengalami penurunan berat badan dibandingkan dengan orang yang diberikan plasebo yakni Farnesoid X Receptor Ligand Obeticholic Acid.
"Temuan Flint ini merupakan kemajuan penting untuk menyembuhkan pasien dengan NASH. Penyebab NASH atau perlemakan hati non alkoholik belum sepenuhnya ditemukan, dan perawatan yang diberikan mungkin berbeda setiap pasiennya," kata Brent Neuschwander-Tetri, profesor di Universitas St. Louis di AS.
Gejala utama pada orang dengan NASH adalah munculnya lemak di hati diikuti dengan peradangan dan kerusakan fungsi hati yang bisa menuntut pasien untuk transplantasi hati hingga menyebabkan kematian.
"Meskipun obeticholic acid tidak menghilangkan penyakit hati secara langsung, namun menunjukkan efek yang menjanjikan. Diperlukan penelitian lanjutan untuk menentukan keamanan obat dan kemanjurannya," kata Averell Sherker dari National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases.
Dalam penelitian ini melibatkan 283 orang dari 8 daerah di Amerika Serikat berusia 18 tahun ke atas yang positif mengidap NASH. Secara acak mereka diberi 25 miligram OCA per hari dan menerima plasebo yang menyerupai pil OCA. Namun, pil OCA (obeticholic acid) baru-baru ini juga diketahui dapat meningkatkan risiko kolesterol dan gatal di sekujur tubuh. (Zeenews)