Bahaya Aspirin Bila Dikonsumsi Terus Menerus

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Senin, 08 Desember 2014 | 13:16 WIB
Bahaya Aspirin Bila Dikonsumsi Terus Menerus
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Meskipun aspirin dosis rendah dapat mengurangi risiko penyakit jantung dan kanker usus besar, tapi sebuah penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa aspirin dapat mendatangkan masalah baru jika dikonsumsi terus menerus.

Pada perempuan berusia di bawah 65 tahun yang mengonsumsi aspirin dosis rendah selama bertahun-tahun dapat menurunkan risiko serangan jantung, stroke dan kanker usus besar meski dalam jumlah yang kecil.

Tapi mereka juga menemukan bahwa manfaat tersebut dimentahkan oleh peningkatan risiko perdarahan di saluran pencernaan yang bisa membahayakan nyawa seseorang tersebut.

"Banyak orang berpendapat mengonsumsi aspirin dosis rendah baik untuk jantung, tapi kenyataannya bisa menimbulkan masalah kesehatan yang lebih rumit," kata Dr John Erwin, seorang ahli jantung di Scott & White Memorial Hospital, Temple, Texas.

Tak hanya digunakan untuk pencegahan primer, aspirin dosis rendah juga dinyatakan bisa mengurangi risiko kanker usus besar, tapi hal ini masih menjadi tanda tanya di sebagian besar ahli medis.

US Food and Drug Administration baru-baru ini juga menyarankan bagi para pasien kardiovaskular untuk tidak mengonsumsi aspirin dosis rendah saat mengalami serangan jantung.

Temuan ini didasarkan melalui uji klinis kepada 28.000 wanita yang sebagian besar sehat dan relatif muda dengan usia di bawah 55 tahun. Mereka secara acak diberikan aspirin dosis rendah dan meminumnya setiap hari.

Lima belas tahun setelah percobaan itu, 11 persen perempuan lebih berisiko terkena penyakit kardiovaskular seperti jantung, stroke dan penyakit kanker yang bisa berujung pada kematian.

Perempuan yang mengonsumsi obat aspirin mengalami penurunan risiko terkena penyakit kardiovaskular maupun kanker usus besar, namun harus mendapatkan peningkatan risiko pendarahan di saluran pencernaan.

Peniliti memperkirakan setiap 133 perempuan yang mengonsumsi aspirin selama 15 tahun bisa berisiko mengalami perdarahan serius di saluran pencernaan yang mengharuskannya tinggal di rumah sakit.

"Bagi perempuan di bawah usia 65 tahun mungkin ada baiknya mempertimbangkan untuk mengambil aspirin," kata Cook, peneliti utama dalam studi ini.

Meski demikian, untuk perempuan dengan risiko tinggi mengalami serangan jantung, diabetes, dan kanker usus mungkin mengonsumsi aspirin bisa membuatnya lebih baik, namun harus dipertimbangkan lagi penggunaannya dalam waktu yang lama. (WebMD)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Waspadai Efek Samping Aspirin

Waspadai Efek Samping Aspirin

Health | Rabu, 06 Agustus 2014 | 10:22 WIB

Studi: Sebutir Aspirin Sehari Kurangi Risiko Kematian Akibat Kanker

Studi: Sebutir Aspirin Sehari Kurangi Risiko Kematian Akibat Kanker

Health | Rabu, 06 Agustus 2014 | 08:34 WIB

Aspirin Bisa Tingkatkan Kesuburan Perempuan

Aspirin Bisa Tingkatkan Kesuburan Perempuan

Lifestyle | Sabtu, 05 April 2014 | 07:15 WIB

Terkini

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 18:38 WIB

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:06 WIB

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Health | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:15 WIB

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

×