Jarang Mencuci Piyama Bisa Picu Infeksi Saluran Kemih

Arsito Hidayatullah | Firsta Nodia | Suara.com

Minggu, 11 Januari 2015 | 14:40 WIB
Jarang Mencuci Piyama Bisa Picu Infeksi Saluran Kemih
Ilustrasi perempuan tidur mengenakan piyama. [Shutterstock/Sanjay Deva]

Suara.com - Mengenakan piyama atau baju tidur mungkin bukan merupakan kebiasaan yang banyak dilakukan sebagian besar masyarakat Indonesia. Namun begitu, khususnya di perkotaan, cukup banyak juga mereka yang nyaman menggunakannya.

Masalahnya adalah banyak orang sering lupa untuk mengganti piyama mereka dalam seminggu atau rentang waktu tertentu. Alasannya barangkali adalah bahwa pemakaiannya dalam sehari hanya sekitar beberapa jam saja. Lantas, bagaimana dampaknya bagi kesehatan?

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh London School of Hygiene & Tropical Medical, diketahui bahwa tidur dengan mengenakan pakaian yang berhari-hari tak dicuci, setidak-tidaknya bisa menyebabkan infeksi kulit. Alasannya menurut Sally Bloomfield, salah seorang peneliti, tubuh setiap hari melepaskan sel kulit mati yang penuh dengan mikroorganisme.

"Kita menyimpan mikroorganisme di kulit dan usus, yang kebanyakan tidak berbahaya. Tetapi jika mikroorganisme itu berada di tempat yang salah, bisa menyebabkan masalah kesehatan," ujar Bloomfield, seperti antara lain dilansir laman Daily Mail.

"Cukup banyak dari kita membawa bakteri staphylococcus, yang dapat menyebabkan infeksi jika bakteri tersebut masuk ke kulit yang terluka," imbuhnya.

Lebih lanjut, menurut Bloomfield, manusia juga menyimpan bakteri E.coli di usus, meski kebanyakan tidak berbahaya. Tetapi menurutnya, jika bakteri ini masuk ke saluran kencing, tetap saja bisa menyebabkan infeksi.

Dijelaskan Bloomfield lagi, bakteri atau mikroba sendiri bisa berpindah baik melalui kulit, luka yang terinfeksi, maupun lewat pakaian.

"Jika Anda mencuci pakaian tidur dan mencampurkannya bersama pakaian orang lain di tempat tinggal Anda, tentu bisa membuat bakteri menyebar ke pakaian lainnya dan menginfeksi orang lain," katanya.

Oleh karena itu, Bloomfield menyarankan untuk mencuci pakaian tidur minimal sekali dalam seminggu. Jika terlalu lama ditumpuk, maka mikroba menurutnya sudah akan terlanjur berkembang biak dan sulit dibersihkan.

Dalam penelitian ini, survei dilakukan terhadap 2.410 pasangan di Inggris yang berusia antara 18 dan 30 tahun. Mereka ditanyai tentang kebiasaan mengenakan pakaian tidur dan intensitas mencucinya. Hasilnya menunjukkan bahwa lelaki rata-rata mencuci piyama mereka setelah 13 hari dikenakan, sedangkan perempuan baru memutuskan untuk mencuci piyama setelah 17 hari dipakai. [Daily Mail]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ingin Ginjal Tetap Sehat? Ini Tipsnya

Ingin Ginjal Tetap Sehat? Ini Tipsnya

Health | Jum'at, 12 September 2014 | 13:25 WIB

5 Tips Efektif Untuk Meningkatkan Kesehatan Prostat

5 Tips Efektif Untuk Meningkatkan Kesehatan Prostat

Health | Jum'at, 05 September 2014 | 16:35 WIB

Terkini

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB