Inilah Waktu Belajar Terbaik Untuk Anak

Ririn Indriani | Firsta Nodia | Suara.com

Senin, 19 Januari 2015 | 15:36 WIB
Inilah Waktu Belajar Terbaik Untuk Anak
Ilustrasi anak sedang belajar. (Shutterstock)

Suara.com - Tidur siang mungkin bagi sebagian orang bukanlah suatu keharusan yang harus dilakukan lagi. Namun bagi bayi, tidur siang memiliki manfaat yang luar biasa.

Sebuah penelitian dari University of Sheffield dan Ruhr University Bochum menemukan bahwa bayi yang tidur siang dapat mempertajam ingatannya.

Menurut penelitian yang dipublikasikan di Proceeding of the National Academy of Sciences, otak pada bayi yang sedang tidur, bekerja untuk melakukan proses belajar dan menghafal hal-hal baru yang ia lihat sebelum tidur. Temuan ini sekaligus menegaskan bahwa waktu terbaik untuk belajar adalah sebelum tidur.

Temuan ini didapat setelah dilakukan penelitian pada 216 bayi berusia 6-12 bulan. Bayi ini diajarkan cara bermain boneka tangan selama empat jam.

Ketika sarung tangan boneka itu dilepas dan digerak-gerakkan, maka bayi akan mengikutinya, dan mencoba memasangkannya lagi ke boneka tersebut. Setengah dari peserta bayi ini tidur selama 106 menit, sedangkan setengahnya lagi hanya tidur kurang dari 30 menit.

Ternyata setelah bangun, bayi yang tidur siang lebih lama mampu mengingat gerakan sarung tangan dan kembali memasangkannya ke boneka. Sedangkan yang tidur hanya sebentar, tak mampu mengulang permainan tadi.

Penelitian ini mengungkap bahwa bayi yang tidur siang lebih lama akan mudah menangkap pelajaran yang diberikan kepadanya daripada bayi yang tidur siang kurang dari 30 menit.

"Mungkin bayi akan kehilangan beberapa informasi jika mereka tidak tidur siang setelah belajar. Mereka perlu istirahat untuk menyerap informasi yang didapatkan," kata Dr. Jane Herbert dari University of Sheffield.

Melalui temuan ini peneliti ingin mengungkapkan pada orangtua pentingnya mengajari sesuatu sebelum bayi atau anak tidur siang. Kemudian biarkan ia terlelap untuk mempersilakan otak bekerja dalam menyerap informasi yang diterimanya.

"Hal ini menambah alasan kenapa membaca atau belajar lebih baik dilakukan sebelum tidur siang. Atau tidur siang sangat baik dilakukan ketika selesai belajar," imbuh Sabine Seehagen, peneliti dari Ruhr University Bochum. (Medical Daily)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hati-hati, Obesitas Bisa Pengaruhi Prestasi Belajar Anak

Hati-hati, Obesitas Bisa Pengaruhi Prestasi Belajar Anak

Health | Kamis, 25 September 2014 | 10:25 WIB

Saatnya Mengembalikan Manfaat Tidur Siang

Saatnya Mengembalikan Manfaat Tidur Siang

Health | Rabu, 13 Agustus 2014 | 20:03 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB