Kulit Bocah Ini Melepuh Setiap Kali Disentuh

Ririn Indriani | Firsta Nodia | Suara.com

Rabu, 21 Januari 2015 | 13:38 WIB
Kulit Bocah Ini Melepuh Setiap Kali Disentuh
Song Liuchen (8) ditengah kedua orangtuanya Song Zhongmin (43) dan Wang Xiaying (39). (Sumber: Central European News)

Suara.com - Saat lahir, Song Liuchen tidak henti-hentinya menangis selama 12 jam, karena rasa sakit yang mendera ketika kulitnya tersentuh. Kini bocah berusia 8 tahun itu masih terus bertahan dengan penyakit langka yang membuat kulitnya serapuh sayap kupu-kupu.

Liuchen diketahui menderita penyakit epidermolisis bulosa (EB) yang membuat kulitnya melepuh ketika disentuh. Orangtuanya diberitahu oleh dokter bahwa bayinya yang baru lahir ini tidak akan bertahan lama dan mereka diberi surat kematian langsung dari rumah sakit.

Dokter spesialis di Rumah Sakit Zhengzhou mengatakan bahwa kondisi yang dialami Liuchen sangat jarang terjadi, bahkan mereka tidak tahu bagaimana cara menangani kasus tersebut.

"Sejujurnya para dokter sudah berbicara kepada kami bahwa mereka tidak bisa membantu anak kami untuk bisa sembuh dari penyakit langka ini. Kami juga sudah mencoba berbagai resep tradisional namun tak satupun bisa mengatasinya," ujar Song Zhongmin (43), ayah Song Liuchen.

Bagi Zhongmin dan istrinya, Wang Xiaying (39), keberanian anak mereka dalam melawan penyakit ini hingga usia 8 tahun, mendorong mereka untuk optimis. Meski dengan keterbatasan, Liuchen tercatat sebagai salah satu siswa terbaik di kelasnya.

"Satu-satunya hal yang bisa membantu adalah kesabaran dan perawatan yang kami berikan kepada Liuchen. Kami telah belajar perlahan-lahan bagaimana untuk bisa membuatnya lebih mudah meski masih mengeluhkan rasa sakit yang begitu hebatnya di sekujur tubuhnya," imbuh ayahnya.

Pada musim dingin seperti saat ini, Liuchen merasa membaik kondisinya. Namun jika sudah datang musim panas, ibunya harus mengganti spreinya setiap hari karena darah dan cairan yang terus mengucur dari luka di kulitnya.

"Jari-jarinya pun menyatu karena kulitnya yang melepuh. Bahkan ia tidak memiliki kuku karena terjatuh bersamaan dengan kulitnya yang mengelupas," kata ibunya, Xiaying.

Sayangnya, kondisi Liuchen terus memburuk. Obat-obatan yang ia konsumsi membuatnya tak lagi bisa makan, bahkan untuk menelan nasi, bocah delapan tahun ini tak sanggup.

"Saya mencoba untuk kuat, tapi kadang-kadang saya hanya perlu menemukan tempat yang tenang untuk bisa menangis," tambah ibunya. (Foxnews)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB