Nonton TV Lebih dari 2 Jam, Ini Bahayanya Bagi Anak

Ririn Indriani

Sabtu, 28 Februari 2015 | 12:41 WIB
Nonton TV Lebih dari 2 Jam, Ini Bahayanya Bagi Anak
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Telah banyak penelitian menunjukkan bahwa nonton televisi bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Bahkan sebuah penelitian terkini menunjukkan korelasi sangat kuat antara durasi anak menonton televisi dengan risiko anak memiliki tekanan darah tinggi.

Bila menonton televisi selama 2 jam atau lebih, risiko tekanan darah tinggi naik 30 persen. Risiko ini naik menjadi 50 persen jika anak-anak tidak melakukan aktivitas fisik kurang dari satu jam per harinya.

Sejak lama, para ilmuwan menghubungan perilaku menonton televisi dengan kehidupan menetap (diam) dan obesitas pada orang-orang muda.

Namun sekarang, penelitian yang dilakukan Univeristas Zaragoza di Spanyol dan San Paulo di Brazil menunjukkan, adanya hubungan antara kebiasaan menetap ini dengan peningkatan risiko  tekanan darah tinggi.

"Studi memperlihatkan jumlah kasus tekanan darah tinggi dan hubungan antara aktivitas fisik serta perilaku menetap dengan tekanan darah tinggi pada anak-anak di Eropa," jelas peneliti yang terlibat dalam studi, Augusto César F. de Moraes.

Kesimpulan ini didapat setelah para peneliti menggunakan data dari sebuah studi mengenai identifikasi diet dan gaya hidup anak (IDEFICS). Studi ini melibatkan 5221 orang anak dari delapan negara di Eropa, seperti Spanyol, Jerman, Hongaria, Italia, Cyprus, Estonia, Swedia dan Belgia.

Anak-anak yang menjadi partisipan ini berusia dua dan 10 tahun pada permulaan studi. Hasil studi menunjukkan, kejadian kumulatif tekanan darah tinggi pada para partisipan selama dua tahun, tinggi, yakni 110 dari 1.000 orang.

"Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan masalah kardiovaskular di kemudian hari, salah satunya penyakit jantung ishemik," kata F. de Moraes.

Para peneliti menyatakan, angka kejadian tekanan darah tinggi pada orang dewasa juga tinggi. Studi-studi berbeda telah memperlihatkan, tingkat tekanan arteri pada masa kanak-kanak berdampak sangat besar pada perkembangan tekanan darah tinggi di masa dewasa.

Untuk mengatasi hal ini, para ahli merekomendasikan orang-orang muda melakukan aktivitas fisik lebih dari sejam sehari dan tidak melakukan perilaku menetap lebih dari dua jam sehari.

"Temuan ilmiah mengindikasikan aktivitas fisik merupakan vasolidator yang kuat, karena meningkatkan tingkat oksigenasi jantung dan pada saat yang sama menurunkan tekanan pembuluh arteri," jelas F.de Moraes. (Zeenews)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Alasan Anda Harus Konsumsi Buah Kering

Ini Alasan Anda Harus Konsumsi Buah Kering

Health | Selasa, 03 Februari 2015 | 16:43 WIB

Studi: Dua Gelas Alkohol Sehari Tingkatkan Risiko Stroke

Studi: Dua Gelas Alkohol Sehari Tingkatkan Risiko Stroke

Health | Minggu, 01 Februari 2015 | 15:46 WIB

Ini Bahayanya Bila Anak Terlalu Lama Nonton TV

Ini Bahayanya Bila Anak Terlalu Lama Nonton TV

Health | Selasa, 18 Februari 2014 | 19:00 WIB

10 Penyebab Jumlah Sperma Menurun

10 Penyebab Jumlah Sperma Menurun

Lifestyle | Senin, 17 Februari 2014 | 21:09 WIB

Terkini

Olahraga Sambil Berburu Tiket Online Week 2026

Olahraga Sambil Berburu Tiket Online Week 2026

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

37.000 Pelari JRF 2026 Dapat Perlindungan Asuransi dari Generali Indonesia

37.000 Pelari JRF 2026 Dapat Perlindungan Asuransi dari Generali Indonesia

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

Dari Lokal ke Global, Kemenekraf Luncurkan Creative by Indonesia

Dari Lokal ke Global, Kemenekraf Luncurkan Creative by Indonesia

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

Usai KMP Batu Mandi Terbakar, BKI Telaah Aspek Teknis Kapal

Usai KMP Batu Mandi Terbakar, BKI Telaah Aspek Teknis Kapal

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

Karhutla di Way Kambas Sulit Dipadamkan, Lahan Gambut dan Jarak Sumber Air Jadi Kendala

Karhutla di Way Kambas Sulit Dipadamkan, Lahan Gambut dan Jarak Sumber Air Jadi Kendala

Lampung | Minggu, 25 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Jusuf Kalla Ajak Dunia Utamakan Solidaritas Kemanusiaan Hadapi Bencana dan Perang

Jusuf Kalla Ajak Dunia Utamakan Solidaritas Kemanusiaan Hadapi Bencana dan Perang

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Palembang Diguyur Hujan Usai Kemarau Panjang, BMKG Ungkap Peran OMC dan Dinamika Atmosfer

Palembang Diguyur Hujan Usai Kemarau Panjang, BMKG Ungkap Peran OMC dan Dinamika Atmosfer

Sumsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:55 WIB

OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka

OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:35 WIB

Napi Tewas di Lapas Muaradua, 4 Tersangka Ditetapkan, Petugas Jaga Ikut Diperiksa

Napi Tewas di Lapas Muaradua, 4 Tersangka Ditetapkan, Petugas Jaga Ikut Diperiksa

Sumsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Liga Catur Nasional Segera Digulirkan, Percasi Bidik April 2027

Liga Catur Nasional Segera Digulirkan, Percasi Bidik April 2027

Sport | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:05 WIB

×