6 Hal Sepele Ini Buat Tubuh Anda Melar

Ardi Mandiri | Suara.com

Jum'at, 06 Maret 2015 | 18:17 WIB
6 Hal Sepele Ini Buat Tubuh Anda Melar
gemuk

Suara.com - Terkadang kita bingung mengapa tubuh kita tetap gemuk, meski telah rutin berolahraga, atau sudah mengkonsumsi makanan rendah lemak.

Jawaban dari pertanyaan di atas ternyata sepele: kebiasaan kita dalam menyantap makanan. Tak peduli makanan itu rendah lemak, bila Anda salah dalam mengkonsumsinya, maka kegemukan tak akan pernah hilang dari tubuh Anda.

Dengan gemuk, Anda berpotensi untuk menderita berbagai macam penyakit. Bahkan, berdasarkan penelitian University College London, Inggris, 89 persen penderita obesitas berpotensi mengalami masalah diabetes, jantung, osteoarthritis, dan kanker.

Karena itu, mulai sekarang, Anda wajib memperhatikan kebiasaan yang mungkin menyebabkan Anda menjadi gemuk.

Berikut adalah kebiasaan yang dapat membuat orang menjadi gemuk:
1 Tidur
Agar tidak menjadi gemuk, Anda harus tidur secara benar. Tidak terlalu lama, juga tak kekurangan. Tidur terlalu lama akan menurunkan tingkat metabolisme Anda. Sehingga tubuh Anda membutuhkan waktu lebih lama untuk membakar lemak dan melepaskan energi. Sebaliknya, tidur terlalu sedikit juga akan meningkatkan kortisol, hormon stres yang ke dalam tubuh Anda. Karena itu, idealnya, Anda haruslah tidur antara tujuh sampai delapan jam setiap harinya. Dengan menjalankan proses tidur tersebut, berat badan Anda akan lebih teratur.

2 Konsumsi Produk rendah lemak
Ini adalah kesalahpahaman terbesar. Produk rendah lemak tidak akan membantu Anda mengurangi asupan lemak. Produk rendah lemah hanya akan meningkatkan kadar gula dan aditif lainnya karena makanan tersebut lebih hambar dari biasanya. Semakin tinggi kadar gula justru membuat Anda merasa kurang makan. Akhirnya Anda akan kembali menyantap makanan.

3. Minuman berkarbonasi
Jangan tertipu dengan minuman ringan yang menyatakan bebas gula atau diet. Sebab minuman bebas gula mengandung pemanis buatan akan meningkatkan nafsu makan Anda.

4. Makan dengan piring besar
Ini mungkin sepele. Tetapi piring besar hanya akan membuat Anda makan lebih banyak, karena jumlah makanan terlihat lebih kecil. Hasilnya, Anda hanya akan menumpuk makanan, juga kalori, yang seharunya bisa Anda batasi.

5. Tidak makan
Studi dari American Journal of Epidemiology menyebutkan bahwa orang yang melewatkan sarapan, makan siang dan malam, cenderung menjadi gemuk. Manusia yang melewatkan makan, ternyata, sama halnya dengan binatang yang hendak berhibernasi. Hibernasi akan mempersiapkan tubuh untuk menyimpan lemak, daripada membakarnya sebagai energi.

6. Makan di depan tv dan sambil mengobrol
Makan di depan televisi atau sambil mengobrol akan membuat Anda tanpa sadar mengunyah lebih sedikit daripada makan sendiri. Mengucah secara baik akan membantu pencernaan dalam mencerna makanan. Tapi, makan di depan tv dan sambil mengobrol hanya akan mengakibatkan Anda mengunyah lebih singkat, yang membuat pencernaan Anda bekerja lebih keras untuk mencerna makanan. (Asiaone)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ingin Terus Dapat Tunjangan Gratis, Perempuan Ini Ogah Dioperasi

Ingin Terus Dapat Tunjangan Gratis, Perempuan Ini Ogah Dioperasi

News | Minggu, 25 Januari 2015 | 16:40 WIB

Terlalu Gemuk, Sepasang Suami Istri Sulit Dapat Kerja

Terlalu Gemuk, Sepasang Suami Istri Sulit Dapat Kerja

News | Selasa, 06 Januari 2015 | 18:19 WIB

Terkini

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB