Studi: Golongan Darah O Jarang Menderita Malaria

Ririn Indriani | Firsta Nodia | Suara.com

Senin, 16 Maret 2015 | 06:30 WIB
Studi: Golongan Darah O Jarang Menderita Malaria
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Siapa yang tidak mengetahui penyakit malaria. Penyakit menular ini masuk ke dalam salah satu penyakit mematikan di seluruh dunia bahkan masuk dalam urutan ketiga di bawah tuberkulosis dan HIV/AIDS.

Berdasarkan studi, orang-orang yang memiliki golongan darah O akan terlindungi dari bentuk penyakit malaria dengan jenis yang mematikan.
Peneliti dari Skandinavia menerangkan alasan mengapa hal tersebut bisa terjadi. Ini semua dikarenakan nyamuk pembawa malaria yang mengeluarkan protein (seperti lem) ke dalam sel darah manusia akan menyumbat aliran darah, sehingga menyebabkan kematian. Protein ini akan mudah menyumbat pada golongan darah A, tetapi begitu lemah ketika mengalir pada golongan darah O.

"Pengetahuan seperti ini penting untuk mengembangkan pengobatan baru pada jenis malaria berat," kata Dr. Mats Wahlgren seorang profesor mikrobiologi di Swedia Karolinska Institute.

Yang cukup mengherankan, lanjut dia, adalah jenis golongan darah yang dapat melawan malaria berat ini banyak di temukan di Nigeria, dimana di sana merupakan negara dengan jumlah malaria terbanyak.

Menurut data yang dikeluarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) hampir 90 persen lebih dari semua kematian yang diakibatkan malaria terjadi di Benua Afrika. Hampir 600.000 kematian terjadi pada tahun 2013, ini pada 198 juta kasus malaria.

Penyakit malaria terjadi karena parasit yang menyebar ke sel darah manusia melalui nyamuk, kemudian mengkibatkan infeksi pada pembuluh darah sehingga peredaran darah tersumbat dan akhirnya kekurangan oksigen dan jaringan menjadi rusak. Hal ini dapat menyebabkan koma, kerusakan otak, dan paling fatal adalah kematian.

Jadi apa yang sebenarnya terjadi? Tim ilmuwan Karolinska Institute yang telah mempelajari protein RIFIN mengatakan sekresi parasit ini adalah kunci kenapa dapat rentan pada jenis golongan darah tertentu. Setelah melakukan eksperimen yang dilakukan pada hewan, dengan melihat pada akivitas jenis parasit Plasmodium falciparum yang mengeluarkan RIFIN.

Intinya protein itu akan membuat sel darah lengket dan membuat perusakan yang parah. Namun, itu sangat rentan pada golongan darah A dan lemah pada golongan darah O, itu dibuktikan beberapa kali percobaan.

"Para peneliti yakin bahwa RIFIN sendiri sebenarnya dapat dikembangkan sehingga kita dapat menemukan obat untuk menyembuhkan jenis malaria berat," kata Wahlgren.

Mungkin bahaya malaria masih bisa diatasi oleh benua selain Afrika. Mereka telah membuat pencegahan dengan cara mematikan perkembangbiakan nyamuk dan menerapkan hidup lebih sehat. Namun, di Afrika, penyakit ini telah menjangkit begitu parah sejak tahun 2000.

Kabar baiknya adalah setiap tahunnya infeksi malaria di benua Afrika semakin menurun walaupun presentasenya rendah.

"Saya berpikir, penyakit malaria dapat dengan mudah tersebar karena kurangnya pengetahuan dan karena tingkat kemiskinan yang begitu rendah di benua Afrika. Masih banyak yang perlu dilakukan," kata Wahlgren. (Medical Daily)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Golongan Darah AB Bisa Tingkatkan Risiko Demensia

Golongan Darah AB Bisa Tingkatkan Risiko Demensia

Health | Kamis, 11 September 2014 | 18:13 WIB

Terkini

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB

Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia

Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 10:53 WIB

4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius

4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:58 WIB

Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya

Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:20 WIB

Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya

Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:06 WIB