Inilah Latihan Fisik yang Aman Bagi Penderita Parkinson

Ririn Indriani | Firsta Nodia | Suara.com

Sabtu, 28 Maret 2015 | 15:13 WIB
Inilah Latihan Fisik yang Aman Bagi Penderita Parkinson
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Parkinson merupakan penyakit degeneratif yang biasanya menyerang para lanjut usia (lansia). Meski demikian, tak menutup kemungkinan usai muda juga bisa terkena penyakit ini.

"Faktor risiko memang belum jelas. Ada parkinson keturunan tapi angkanya dibawah 5 persen. Kalau terjadi di usia muda bisa jadi karena faktor genetik," jelas dr Made Agus M. Inggas, MD dari Rumah Sakit Siloam Kebon Jeruk, belum lama ini.

Salah satu tanda yang harus diwaspadai parkinson, kata dia, tubuh tiba-tiba gemetar atau tremor padahal sedang tidak melakukan aktivitas apapun.Penyakit ini, lanjut Made Agus, bila diketahui lebih dini, maka pasien cukup menjalani proses pengobatan dan peluang kesembuhan pun meningkat.

Selain mengonsumsi obat-obatan dan diet sehat, pasien parkinson, menurut dr Frandy Susatia, Sp.BS dari Rumah Sakit (RS) Siloam Hospitals Kebon Jeruk, juga harus rutin melakukan latihan fisik ringan.

Latihan fisik ini, lanjut dia, memungkinkan otak untuk menggunakan dopamin lebih efektif. Hal ini juga membantu pasien meningkatkan koordinasi motorik, keseimbangan, gaya berjalan dan mengendalikan tremor (gemetar).

"Pasien parkinson harus olahraga secara konsisten dan seintensif yang Anda bisa, sebaiknya tiga sampai empat kali seminggu selama satu jam," terangnya.

Lebih lanjut Frandy mengatakan bahwa jenis latihan fisik yang aman dilakukan penderita Parkinson, adalah treadmill atau bersepeda, tai chi dan yoga, yang dapat membantu keseimbangan.

“Tidak usah yang berat-berat, cukup melakukan aktifitas fisik yang ringan seperti jalan kaki. Atau yang paling bagus itu melakukan senam tai chi untuk membantu keseimbangan,” tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hati-hati, Lelaki Paling Banyak Menderita Parkinson

Hati-hati, Lelaki Paling Banyak Menderita Parkinson

Health | Jum'at, 20 Maret 2015 | 14:15 WIB

Penderita Parkinson Sebaiknya Hindari Diet Ini

Penderita Parkinson Sebaiknya Hindari Diet Ini

Health | Kamis, 19 Maret 2015 | 12:54 WIB

Sering Gemetar? Waspadai Parkinson

Sering Gemetar? Waspadai Parkinson

Health | Rabu, 18 Maret 2015 | 15:58 WIB

Hati-hati, Migrain Bisa Berisiko Parkinson

Hati-hati, Migrain Bisa Berisiko Parkinson

Health | Senin, 22 September 2014 | 07:32 WIB

Terkini

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB