Puasa di Malam Hari Bisa Turunkan Risiko Kanker Payudara

Ririn Indriani | Firsta Nodia | Suara.com

Kamis, 23 April 2015 | 14:20 WIB
Puasa di Malam Hari Bisa Turunkan Risiko Kanker Payudara
Ilustrasi payudara. (Shutterstock)

Suara.com - Puasa merupakan topik yang sering menjadi perdebatan di kalangan pakar gizi dan profesional di dunia medis. Beberapa setuju bahwa belum ada bukti kuat yang menunjukkan manfaat puasa, sementara sebagian lainnya mengklaim bahwa puasa dapat membantu sistem kekebalan tubuh dalam melawan penyakit yang mematikan sekalipun.

Salah satu penelitian yang membahas manfaat puasa dilakukan oleh Fakultas Kedokteran University of California, San Diego, yang menemukan bahwa peningkatan jumlah waktu yang dihabiskan untuk berpuasa semalaman dapat membantu perempuan mengurangi kadar glukosa dan risiko untuk mengalami kanker payudara.

"Jika menambah durasi untuk berpuasa pada malam hari, maka bisa menjadi strategi baru dalam mengurangi risiko terkena kanker payudara," ujar Catherine Marinac selaku peneliti utama dari University of California.

"Ini merupakan anjuran untuk mengubah pola makan secara sederhana tanpa membutuhkan perhitungan rumit atau nutrisi. Saya yakin semua perempuan bisa melakukannya demi dampak kesehatan yang sangat besar," imbuhnya.

Untuk mendapatkan temuan ini, Marinac dan tim peneliti lain menggunakan data US National Health and Nutrition Examination Survey 2009-2010. Melalui data ini, mereka akan menilai adanya hubungan antara durasi puasa di malam hari dengan biomarker untuk risiko kanker payudara di kalangan perempuan.

Mereka menganalisis pola diet 2212 perempuan dan menganalisis kadar glukosa pada 1066 perempuan. Durasi puasa malam hari dihitung menggunakan catatan 24 jam yang dimiliki oleh masing-masing peserta perempuan. Temuan menunjukkan bahwa perempuan yang berpuasa lebih lama dalam waktu satu malam memiliki kontrol yang lebih baik terhadap konsentrasi glukosa darah mereka.

Bahkan menurut temuan ini, setiap kali seorang perempuan meningkatkan jumlah durasi berpuasanya selama tiga jam, secara otomatis kadar glukosa postprandial menurun empat persen.

"Saran diet untuk pencegahan kanker biasanya berfokus dengan membatasi konsumsi daging merah, alkohol, dan olahan dari biji-bijian. Tapi bukti baru ini menunjukkan bahwa kapan dan seberapa sering orang makan bisa meningkatkan risiko kanker," imbuh Dr Ruth Patterson, associate director UC San Diego Moores Cancer Center.

Menurut American Cancer Society, puasa dikaitkan dengan jenis terapi alternatif yang dikenal sebagai terapi metabolisme. Mereka yang mendukung puasa sebagai bagian dari detoksifikasi percaya bahwa puasa merupakan bentuk pembersihan diri dari segala penyakit baik fisik maupun hati. (Medical Daily)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Studi: Kedelai Bisa Cegah Kanker Payudara

Studi: Kedelai Bisa Cegah Kanker Payudara

Health | Kamis, 23 April 2015 | 07:41 WIB

Penyakit Ini Incar Perempuan Usia 30 Tahun

Penyakit Ini Incar Perempuan Usia 30 Tahun

Health | Sabtu, 04 April 2015 | 20:14 WIB

Mitos Tak Benar Tentang Kanker Payudara

Mitos Tak Benar Tentang Kanker Payudara

Health | Kamis, 12 Maret 2015 | 13:02 WIB

Pikir-pikir Dulu Obati Kanker Payudara ke Pengobatan Alternatif

Pikir-pikir Dulu Obati Kanker Payudara ke Pengobatan Alternatif

Health | Kamis, 12 Maret 2015 | 11:36 WIB

Terkini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB