Orangtua Berperan Penting Stimulus Bayi

Ardi Mandiri | Suara.com

Sabtu, 16 Mei 2015 | 01:48 WIB
Orangtua Berperan Penting Stimulus Bayi
Ilustrasi bayi makan yogurt. (Shutterstock)

Suara.com - Praktisi tumbuh kembang anak Ririen Wiropranoto mengatakan bayi dan orang tua merupakan tim yang tidak bisa dipisahkan, terutama karena tumbuhnya kembangnya balita amat bergantung kepada ayah ibunya..

"Perkembangan bayi sangat bergantung pada peran orang tua dalam menstimulasi bayi," ujar Ririen di Jakarta, Jumat.

Stimulasi harus diberikan sejak bayi lahir. Otak bayi berkembang dengan sangat cepat saat diberikan stimulus dan kesempatan bergerak.

Stimulasi yang diberikan pada awal perkembangan bayi, akan mempengaruhi perkembangan saat dia memasuki masa kanak-kanak.

"Semakin awal stimulasi yang diberikan kepada bayi, semakin baik perkembangan otaknya. Orang tua harus mengetahui hal tersebut dan melakukannya dengan sungguh-sungguh. Jangan sampai ada tahap perkembangan bayi yang terlewatkan," jelas Ririen yang juga merupakan Kepala Sekolah Molome Dalome Early Childhood Learning Center itu.

Di sekolahnya misalnya, berbagai kegiatan disiapkan untuk bayi dan anak-anak sesuai dengan usianya.

Namun secara keseluruhan ada dua tujuan pokok pada setiap kegiatannya yakni bayi akan distimulasi supaya bayi memiliki tahapan perkembangan runtut yang tertuang dalam "Human Development Profile" dan bayi distimulasi supaya memiliki kecerdasan majemuk.

"Kami tidak akan memaksakan bayi. Biarlah kecerdasan majemuk berkembang secara natural, yang kami lakukan hanya menstimulasi. Sebagai contoh kecerdasan linguistik, kinestetik dan musikal muncul sejak usia bayi. Oleh karena itu, banyak kegiatan yang bersumber pada tiga kecerdasan itu," papar dia.

Orang tua juga memiliki peran dalam menanamkan kebiasaan dan sikap disiplin pada anak, cara sederhana yang dilakukan adalah menanamkan kebiasaan membereskan mainan setelah anak bermain.

"Di Eropa, anak sudah ditanamkan rasa bertanggung jawab pada pilihan, hidup bersih dan rapi sejak mereka berusia sangat dini. Tujuannya supaya kebiasaan baik tersebut menjadi gaya hidup saat dewasa," terang Ririen.

Selain itu, Ririen percaya otak seseorang berkembang sesuai kegunaannya. Semakin sering digunakan atau diberi rangsangan, maka otak akan berkembang sesuai kegunaan.

Molome Dalome merupakan pusat kegiatan stimulasi bayi berumur dua bulan hingga 24 bulan yang terletak di kawasan Jakarta Barat. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dikubur Hidup-hidup Selama 8 Hari oleh Neneknya, Bayi Ini Selamat

Dikubur Hidup-hidup Selama 8 Hari oleh Neneknya, Bayi Ini Selamat

News | Kamis, 14 Mei 2015 | 06:49 WIB

Foto Bayi Merokok Kembali Muncul, Internet Geger

Foto Bayi Merokok Kembali Muncul, Internet Geger

Tekno | Rabu, 13 Mei 2015 | 06:47 WIB

Keajaiban Sentuhan Saat Memijat Bayi

Keajaiban Sentuhan Saat Memijat Bayi

Health | Selasa, 12 Mei 2015 | 17:06 WIB

Ini Manfaat Pijat Buat Tumbuh Kembang Bayi

Ini Manfaat Pijat Buat Tumbuh Kembang Bayi

Health | Minggu, 10 Mei 2015 | 14:35 WIB

Terkini

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 14:42 WIB

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 12:31 WIB

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB