Ini yang Bisa Dialami Tubuh Bila Makan Beras Plastik

Ririn Indriani

Jum'at, 22 Mei 2015 | 12:39 WIB
Ini yang Bisa Dialami Tubuh Bila Makan Beras Plastik
Ilustrasi makan nasi. (Shutterstock)

Suara.com - Hasil penelitian Sucofindo terhadap beras palsu di Bekasi yang menemukan bahwa beras tersebut memang mengandung bahan pembuat plastik yaitu Benzyl Butyl Phthalate (BBT), Bis 2-ethylhexyl Phthalate (DEHP) dan Diisononyl Phthalate (DNIP), tentu sangat memprihatinkan, meski masyarakat masih menunggu hasil penelitian resmi dari lembaga pemerintah.

Beras palsu yang berasal dari plastik ini, menurut DR. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH., MMB dari FKUI/RSCM, sebenarnya sudah beredar di beberapa negara Asia. Beberapa informasi menyebutkan bahwa beras plastik tersebut berasal dari Cina.

Informasi dari Strait times online pada 19 Mei 2015, mensinyalir bahwa beras plastik sudah beredar di negara dengan bahan makanan pokok nasi dan berpenduduk besar seperti India, Indonesia dan Vietnam.

Sementara Singapura melalui The Agri-Food & Veterinary Authority (AVA) menyatakan bahwa Singapura bebas dari beras plastik tersebut.

Gangguan Pencernaan Hingga Risiko Kanker
Lantas, apa bahaya beras plastik bagi kesehatan? Ari menjelaskan bahwa beras plastik sudah pasti sangat berbahaya untuk tubuh. Ini dikarenakan komponen dari plastik bukan sesuatu yang bisa dikonsumsi.

"Sistim pencernaan kita tidak akan mencerna makanan yang mengandung plastik ini dengan sempurna. Secara akut bisa saja terjadi gangguan langsung pada sistim pencernaan," terangnya dalam keterangan tertulis yang diterima suara.com, di Jakarta, Jumat (22/5/2015).

Ari menjelaskan bahwa makanan yang mengandung plastik akan butuh lama berada dalam lambung. Hal ini tentu saja akan menimbulkan rasa begah, penuh dan cepat kenyang. Akibatnya, orang yang mengalami hal ini, lanjut dia, bisa mengalami gangguan seperti mual bahkan muntah.

Selain itu, kata Ari, komponen dari plastik juga bisa mengiritasi sistim pencernaan. Sementara, proses pembuangan dari makanan yang mengandung plastik, lanjut dia, bisa menyebabkan diare atau malah susah buang air besar.

Sedangkan phthalat, zat kimia pelunak plastik yang terdapat dalam beras palsu bisa diserap oleh usus lalu masuk ke dalam darah hingga hati. "Memang sebagian besar zat ini akan dikeluarkan melalui kencing sehingga kita sebenarnya bisa mendeteksi kadar pthalat pada urin kita," jelasnya.

Namun zat ini, kata Ari, akan merusak liver (hati) sehingga sistim pencernaan akan terganggu lebih lanjut. "Pada penelitian binatang, paparan phthalat pada liver akan menyebabkan berkembangnya kanker liver dikemudian hari," ungkapnya.

Gangguan Sistem Reproduksi
Tak hanya sampai di situ, Ari menjelaskan, phthalat juga dapat masuk ke sistim reproduksi sehingga menyebabkan terjadinya kemandulan, terutama pada lelaki.

Penelitian pada tikus yang dilakukan oleh peneliti Jepang beberapa tahun yang lalu dengan menggunakan Benzyl Butyl Phthalate mendapatkan pada dosis tertentu, zat ini akan merusak sistim reproduksi lelaki, karena phthalat akan dikenali salah oleh tubuh sebagai ‘hormon’ sehingga merusak sistim reproduksi lelaki.  

Lantas, apa pengaruhnya bagi reproduksi perempuan? Ari menjelaskan pada perempuan, zat ini juga akan mengganggu sistem reproduksi sehingga bisa menimbulkan masalah pada
menstruasi perempuan usia produktif.

"Bahkan pada satu penelitian pada manusia dimana ditemukan kadar yang tinggi zat ini pada urin ibu yang baru melahirkan, ternyata pada bayinya ditemukan skrotum dan penis yang kecil," jelasnya.

Hal ini membuktikan bahwa phthalat bisa menembus plasenta sehingga akan berbahaya pada janin jika dikonsumsi berlebihan oleh ibu hamil.  Selain berbahaya untuk janin, zat ini juga dapat ditemukan pada air susu ibu (ASI) sehingga berbahaya pula bagi ibu menyusui.

Melihat dampak akut dan kronis yang terjadi akibat penggunaan zat-zat berbahaya pada makanan pokok dalam hal ini beras, Ari berpendapat, kasus beras plastik memang harus dilakukan penyelidikan yang intensif dan ditindak secara tegas, mengingat nasi merupakan makanan pokok masyarakat Indonesia.

"Pasti akan dikonsumsi rata-rata 3 kali dalam sehari oleh masyarakat, sehingga kita bisa melihat berapa banyak zat berbahaya ini masuk ke dalam tubuh kalau ternyata nasi yang kita konsumsi 3 kali sehari ini berasal dari beras plastik," jelasnya.

Ari mengimbau masyarakat harus jeli dalam memilih beras yang akan dikonsumsi, para pedagang juga harus melihat apakah beras yang dijual tersebut bukan beras palsu yang mengandung komponen plastik tersebut.

Banyak mengonsumsi sayur dan buah-buahan yang  banyak mengandung vitamin, mineral dan anti oksidan, serta minum air  sesuai dengan yang dianjurkan, kata Ari, merupakan hal-hal yang harus dilakukan untuk mengurangi efek samping dari paparan zat yang berbahaya ini.

 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cuma Ini yang Bisa Dilakukan Bila Kebanyakan Makan Beras Plastik

Cuma Ini yang Bisa Dilakukan Bila Kebanyakan Makan Beras Plastik

News | Jum'at, 22 Mei 2015 | 12:06 WIB

YLKI Desak Pemerintah Usut Tuntas Peredaran Beras Plastik

YLKI Desak Pemerintah Usut Tuntas Peredaran Beras Plastik

News | Kamis, 21 Mei 2015 | 19:04 WIB

Usut Beras Plastik, Polisi Bekasi Bisa Pakai Acuan Lab Sucofindo

Usut Beras Plastik, Polisi Bekasi Bisa Pakai Acuan Lab Sucofindo

News | Kamis, 21 Mei 2015 | 18:02 WIB

Terkini

Listyo Sigit Prabowo Lulusan Akpol Tahun Berapa? Ini Rekam Jejaknya

Listyo Sigit Prabowo Lulusan Akpol Tahun Berapa? Ini Rekam Jejaknya

News | Selasa, 03 November 2026 | 17:17 WIB

Apa Syarat Perpanjang SKCK? Ini Dokumen yang Perlu Disiapkan

Apa Syarat Perpanjang SKCK? Ini Dokumen yang Perlu Disiapkan

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 17:17 WIB

Kasus ISPA di Kaltim Melonjak Drastis, 3 Daerah Mendominasi

Kasus ISPA di Kaltim Melonjak Drastis, 3 Daerah Mendominasi

Kaltim | Selasa, 03 November 2026 | 17:16 WIB

IHSG Jatuh ke Level 4.900, Ini Penyebabnya

IHSG Jatuh ke Level 4.900, Ini Penyebabnya

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 17:12 WIB

Sikapi Situasi di Sukoharjo, Ahmad Luthfi Ingatkan Pentingnya Menjaga Persatuan dan Ketenteraman

Sikapi Situasi di Sukoharjo, Ahmad Luthfi Ingatkan Pentingnya Menjaga Persatuan dan Ketenteraman

News | Selasa, 03 November 2026 | 17:03 WIB

Relativitas Albert Einstein: Mengubah Cara Manusia Memahami Ruang dan Waktu

Relativitas Albert Einstein: Mengubah Cara Manusia Memahami Ruang dan Waktu

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 17:00 WIB

IHSG Anjlok Parah Tembus Level 4.900, 624 Saham Luluh Lantak!

IHSG Anjlok Parah Tembus Level 4.900, 624 Saham Luluh Lantak!

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 16:57 WIB

Cuan Puluhan Miliar! Jambu Mete dari Lahan Kering NTB Kini Tembus Pasar Internasional

Cuan Puluhan Miliar! Jambu Mete dari Lahan Kering NTB Kini Tembus Pasar Internasional

Bali | Selasa, 03 November 2026 | 16:52 WIB

MIND ID Tampilkan Peran Mineral bagi Kehidupan dalam Ajang Minerba Convex 2026

MIND ID Tampilkan Peran Mineral bagi Kehidupan dalam Ajang Minerba Convex 2026

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 16:48 WIB

Berapa Harga Parfum The Body Shop White Musk? Cek 4 Variannya

Berapa Harga Parfum The Body Shop White Musk? Cek 4 Variannya

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 16:48 WIB

×