Heboh Pembalut Berklorin, Konsumen Bikin Petisi Online

Laban Laisila | Firsta Nodia | Suara.com

Kamis, 09 Juli 2015 | 16:05 WIB
Heboh Pembalut Berklorin, Konsumen Bikin Petisi Online
Pembalut yang mengandung zat klorin. (suara.com/Firsta Nodia)

Suara.com - Setelah temuan YLKI atas sembilan merek pembalut dan tujuh merek pantyliner mengandung zat pemutih klorin menggegerkan masyarakat, kini muncul petisi dari seorang perempuan asal Cilegon sebagai konsumen pembalut.

Petisi yang terdapat di laman Change.org digagas oleh perempuan bernama Indah Yusari. Dalam petisinya, Indah menggugat Badan Standardisasi Nasional untuk menetapkan standar batas aman penggunaan klorin pada proses produksi pembalut.

Dia juga turut menggugat sembilan perusahaan produsen pembalut untuk menghentikan penggunaan klorin dalam proses produksinya.

Hingga Kamis (9/7/2105) pukul 15.35 WIB, petisi ini sudah ditandatangani 3.424 pendukung.

Berikut isi petisi yang digagas Indah:

"BSN, terbitkan standar/peraturan yang melarang penggunaan klorin pada pembalut!" #pembalutklorin

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) baru saja merilis temuan tentang adanya 9 produk pembalut dan 7 produk pantyliner yang mengandung zat berbahaya klorin.

Temuan ini sangat mengejutkan dan otomatis membuat panik perempuan-perempuan yang setiap bulannya harus menggunakan pembalut pada saat menstruasi, termasuk saya.

Pembalut-pembalut tersebut adalah produk yang mudah ditemukan di mini market dekat rumah, jadi bisa dikatakan hampir semua perempuan Indonesia sudah menggunakannya selama ini.

Kalau dicontohkan dengan saya, yang sudah lebih dari 10 tahun menggunakan produk pembalut dalam daftar temuan YLKI tersebut, artinya sudah 10 tahun saya menggunakan pembalut mengandung klorin!

Berikut ini adalah produk-produk yang berbahaya berdasarkan uji laboratorium yang sudah dilakukan oleh YLKI:

Pembalut:

1. CHARM, PT Uni Charm Indonesia, klorin 54,73 ppm

2. Nina Anion, PT Panca Talentamas, klorin 39,2 ppm

3. My Lady, PT Sehat Anuherah Perhassa, klorin 24,44 ppm

4. VClass Ultra, PT Softex Indonesia, klorin 17,74 ppm

5. Kotex, PT Kimberly Clark Indonesia, klorin 8,23 ppm

6. Hers Protex, PT Multi Duta Utari, klorin 7, 93 ppm

7. LAURIER, PT KAO Indonesia, klorin 7,77 ppm

8. Softex, PT Softex Indonesia, klorin 7,3 ppm

9. Softness Standard Jumbo Pack, klorin 6, 05 ppm

Pantyliner:

1. V Class, PT Softex Indonesia, klorin 14, 68 ppm

2. Pure Style, PT Uni Charm Indonesia, klorin 10,22 ppm

3. My Lady, PT Sehat Anugerah Perkasa, klorin 9,76 ppm

4. KOTEX Fresh Liners, PT Kimberly Clark Indonesia, klorin 9,66 ppm

5. Softness Panty Shields, PT Softness Indonesia Indah, klorin 9,00 ppm

6. CareFree superdry, Johnson & Johnson Indonesia, klorin 7,58 ppm

7. LAURIER Active Fit, PT KAO Indonesia, klorin 5, 87 ppm

Berdasarkan penjelasan dari ahli Radiologi-Onkologi RS Kanker Dharmais, dr. Fielda Djuita Sp.Rad kadar aman penggunaan klorin untuk produk pembalut adalah 0,01 ppm, sedangkan CHARM bahkan sampai 54, 73 ppm!

Klorin pada pembalut ini bisa menyebabkan keputihan, gatal-gatal, dan iritasi. Parahnya lagi dapat menjadi penyebab terkenanya kanker servik, seperti temuan badan kesehatan dunia WHO mengatakan 52 juta resiko terkena kanker serviks dan salah satunya adalah dari zat-zat yang terkandung di dalam pembalut.

Hal ini jelas-jelas melanggar Pasa 4 Undang-Undang Perlindungan Konsumen Nomor 8 Tahun 1999 mengenai hak konsumen, yang didalamnya terdapat hak keamanan produk.

Kami para perempuan Indonesia menuntut Badan Standardisasi Nasional (BSN) untuk mengeluarkan aturan/standar batas aman produksi atau penggunaan pembalut berklorin.

BSN harus bertindak cepat, karena sampai saat ini tidak ada aturan/standar mengenai bahaya penggunaan atau informasi berapa ambang batas aman klorin pada pembalut.

Perusahaan-perusahaan yang memproduksi #pembalutklorin harus segera menghentikan produksinya karena kami sebagai konsumen tidak ingin mempertaruhkan kesehatan dan hidup kami. Cukup sudah kami terekspos resiko kanker serviks karena bertahun-tahun menggunakan pembalut berklorin.

Sebagai konsumen yang cerdas, ayo sama-sama suarakan petisi ini!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Disarankan Kembali ke Pembalut Kain, Perempuan Bilang 'Rempong'

Disarankan Kembali ke Pembalut Kain, Perempuan Bilang 'Rempong'

Lifestyle | Kamis, 09 Juli 2015 | 11:52 WIB

Sebagian Perempuan Mengaku Iritasi dengan Pembalut Merek Tertentu

Sebagian Perempuan Mengaku Iritasi dengan Pembalut Merek Tertentu

Health | Kamis, 09 Juli 2015 | 11:41 WIB

Apa Kata Perempuan soal Pembalut Klorin?

Apa Kata Perempuan soal Pembalut Klorin?

Health | Kamis, 09 Juli 2015 | 10:44 WIB

Terkini

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:13 WIB

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Health | Rabu, 08 April 2026 | 19:55 WIB